Story cover for ALEQUA by AdibIsra
ALEQUA
  • WpView
    LECTURES 18,103
  • WpVote
    Votes 2,434
  • WpPart
    Chapitres 20
  • WpView
    LECTURES 18,103
  • WpVote
    Votes 2,434
  • WpPart
    Chapitres 20
En cours d'écriture, Publié initialement août 29, 2021
𝙆𝙚𝙩𝙞𝙠𝙖 𝙝𝙞𝙙𝙪𝙥 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙚𝙗𝙪𝙖𝙝 𝙝𝙖𝙧𝙖𝙥𝙖𝙣, 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙢𝙖𝙩𝙞𝙖𝙣 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙚𝙧𝙪𝙨 𝙢𝙚𝙧𝙖𝙮𝙪 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙢𝙗𝙖𝙞-𝙡𝙖𝙢𝙗𝙖𝙞...

Bagaimana rasanya membiarkan jasad insan tercinta perlahan mengurai di atas tanah? Dengan tangis yang sudah menjadi rutinitas, dan darah yang terus mengalir?

𝑨𝒍𝒆𝒒𝒖𝒂 𝑻𝒉𝒆𝒓𝒆𝒔𝒊𝒂...

"𝘋𝘪 𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘢𝘯 𝘛𝘶𝘩𝘢𝘯 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘐𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘪? 𝘋𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘵𝘳𝘢𝘨𝘦𝘥𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘮𝘱𝘢, 𝘢𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘪𝘵𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘮𝘢𝘬𝘴𝘶𝘥 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘛𝘶𝘩𝘢𝘯? 𝘈𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳 𝘐𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘪? 𝘈𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩? 𝘈𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩?"

Nyawa yang masih menyangkut saat ini, adalah bentuk cinta Tuhan yang begitu besar. Kadang pandangan tak harus selalu didongakkan ke arah atas. Lihatlah betapa banyak jiwa kelabu yang meronta-ronta untuk dikembalikan ke muka bumi, namun sayang, dunia bukan lagi jodoh terbaik untuk mereka.

"𝙺𝚊𝚖𝚒 𝚑𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚒𝚗𝚐𝚒𝚗 𝚑𝚒𝚍𝚞𝚙."
~ 𝑨𝒍𝒆𝒒𝒖𝒂 ~

• • •

Cerita berdasarkan kisah nyata, dari Alex Poerwo...
Mengenang mereka para korban yang telah gugur, Gunung Slamet-Januari 1985.

65% nyata & 35% fiksi. Terdapat beberapa perbedaan latar waktu, tempat, dan tokoh dengan kisah nyatanya.
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter ALEQUA à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
#200pribumi
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [ON GOING], écrit par Fratkn
65 chapitres En cours d'écriture
Sebutan wanita rendahan yang orang lain sematkan padanya tak membuat gadis itu menyesali keputusannya. Awalnya ia berpikir demikian, sampai di mana dirinya bertemu dengan sosoknya yang bagai hutan luas. Memberikan kesan tenang diawal, namun menyesatkan saat terlalu jauh melangkah. Perasaan gelisah menghantui seolah pohon-pohon itu siap menelannya dalam keterpurukan saat tak menemukan jalan pulang. Hanya ada hijau, seperti sorot matanya yang begitu dalam. Tak sampai di situ, rentetan kejadian tak terduga yang mengubah hidup dan cara pikirnya membuat Widari menyesali pilihannya. Kata 'andai', hanya sebatas kata yang tak bisa tercapai. Kehilangan orang-orang terkasih membuatnya tersadar, kini hidupnya tak lagi berarti. Keegoisan untuk hidup berdasarkan pilihannya sendiri kini ia sesali. Sosok baru datang. Seorang yang tempat asalnya masih abu-abu, sosok yang tak bisa Widari nilai dengan mudah, punggung lebar yang berdiri di hadapannya, melindunginya tanpa alasan yang jelas, mencoba menerobos masuk tanpa ia beri kesempatan. Hingga akhirnya memilih berakhir, mengakhiri takdir menyedihkan bersamanya dalam keputusasaan dan kehilangan... ____ ____ ● Mungkin terdapat beberapa kesalahan yang tak disadari oleh penulis. ●Semua dalam cerita hanya fiksi semata dan tak ada sangkut pautnya dengan kehidupan asli seseorang. ____ ~JANGAN LUPA MENINGGALKAN JEJAK SETELAH MEMBACA, BERUPA VOTE & KOMEN~ ----- Cerita yang saya buat semata-mata hanya untuk dinikmati dan tidak untuk menyinggung pihak manapun. Maaf jika ada salah yang tidak saya sengaja ataupun tidak saya ketahui. ----- PERINGATAN! CERITA YANG SAYA BUAT MURNI PEMIKIRAN SAYA SENDIRI. JADI TOLONG JANGAN COPY CERITA INI DENGAN ALASAN APAPUN! PLAGIAT HARAP MENJAUH! ___ NOTE : JIKA TIDAK MENYUKAI WATAK KARAKTER DALAM CERITA INI DIPERSILAHKAN UNTUK BERHENTI MEMBACA ATAU BACA CERITA SAYA YANG LAIN. ____ Publikasi: 15-05-2024 ____ Pictures: Canva & AI
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 10
[Lacrimosa]; Dara-Dara Runtuh cover
Letter From Chacha (The End) cover
NAVAREZ -•° cover
Cahaya [COMPLETED] cover
Salah Target [Unpublish] cover
LUCANNE [TAMAT] cover
2 Reflection cover
Yuki cover
Gadis Desa yang Ternoda [proses revisi] cover
BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [ON GOING] cover

[Lacrimosa]; Dara-Dara Runtuh

35 chapitres Terminé

[𝐂𝐨𝐦𝐩𝐥𝐞𝐭𝐞𝐝] ❬ 𝗛𝗶𝗻𝗱𝗶𝗮-𝗕𝗲𝗹𝗮𝗻𝗱𝗮, 𝟭𝟵𝟮𝟳 ❭ Tiap garis hidup itu punya aksara masing-masing yang membikin itu hidup mau hitam atau putih (atau mungkin abu-abu, barangkali) Cakrawala kemanusiaan terlalu meliuk menyucikan insani. Suci yang dibalut kemunafikan. Dan itu manusia. Kelumpuhannya dari kekuatan secara alami bisa terjadi kalau lagi diradang pesakitan. Mari selami kehidupan anak manusia yang lagi mengarungi penghidupan dari bilik kolonialisme yang komersalis, bersama jiwa-jiwa feodal yang punya digdaya dalam singgasana. Mencipta cerita antara kawula dengan tuan-tuannya. Dan dua dara yang lagi hidup disini, punya jalan masing-masing menempuh alur penghidupan. Walau pada akhirnya juga yang mereka temui adalah cuma kebinasaan. ❝Jangan risau, Mama,❞ kata salah seorang dari dua dara itu pada satu kali waktu. ❝Tuhan akan betul-betul lindungi kita. ❞ ❝Sebab ... Tuhan tak pernah tidur.❞ ••• Genre : Historical Fiction Started : July, 2020 End : April 2021 [𝗦𝘁𝗼𝗽 𝗽𝗹𝗮𝗴𝗶𝗮𝗿𝗶𝘀𝗺, 𝗯𝗲 𝗼𝗿𝗶𝗴𝗶𝗻𝗮𝗹] Noted: Cerita ini sedang dalam masa revisi dan pengeditan, termasuk pergantian judul dari An with An A and E menjadi "[Lacrimosa]; Dara-Dara Runtuh."