The Final Days of Batavia

The Final Days of Batavia

  • WpView
    Reads 1,922
  • WpVote
    Votes 216
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Sat, Aug 6, 2022
Batavia di akhir tahun 1941 hingga awal tahun 1942 dalam keadaan siaga. Pasukan Jepang sudah di depan mata, hanya satu langkah lagi yang tersisa untuk merebut Batavia dari Pemerintah Kolonial Belanda. Adriaan Hendricus van Steenwijk tidak pernah menyangka bahwa pendudukan Jepang ke Batavia akan berjalan dengan cepat; membawa perubahan signifikan terhadap hidupnya yang awalnya tenteram sentosa. Hidupnya yang dahulu jauh dari musibah, kini diterpa kenestapaan tiada ujung. Adriaan harus menghadapi kenyataan bahwa Perang Raya akan selamanya mengubah tatanan hidupnya yang begitu muluk menjadi penuh rintangan. Di tengah badai yang menerpanya, Adriaan harus bertahan hidup di tengah kemelut pendudukan Jepang di Batavia hingga gejolak Masa Bersiap di Jakarta.
All Rights Reserved
#18
hindia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rania van Batavia [✔️]
  • Indurasmi Batavia✧ [𝒂 𝒉𝒊𝒔𝒕𝒐𝒓𝒊𝒄𝒂𝒍 𝒇𝒊𝒄𝒕𝒊𝒐𝒏]
  • di bawah langit hindia
  • Shadows of the Past
  • Batavia 1942 [Tamat]
  • Blood and Rose
  • [BL] Cinta Di Tengah Pergolakan Batavia.(TAMAT)
  • KOLONIAL

# THE WATTYS WINNER 2021 IN HISTORICAL FICTION # Previous Title: "Namanya Hoesni" Sebuah foto hitam-putih bertuliskan Den Haag, 1922-dengan lelaki berwajah memikat menatap dari balik kertas usang itu-menyeretku melintasi abad dan terhempas ke Batavia tahun 1920. Di tengah gemerlap pesta priyayi dan riuh kolonial yang penuh timpang, hatiku berlabuh pada Sinyo bernama Hoesni. Sesosok Sinyo bagai belati bermata dua-berjiwa Bumiputera yang mencintai tanah pertiwi, namun dibelenggu jeratan darah kolonial yang mengalir dalam nadinya. Sebuah cinta dan benang merah hadir begitu saja, menghubungkan dunia kami yang terhalang waktu. Namun sang waktu rupanya enggan berpihak. Aku bagai selembar kertas yang ditarik ke dua arah, tak tahu bagian mana yang akan robek lebih besar: kembali ke masa depan dengan mimpi yang kutinggalkan, atau tetap terikat di masa lalu bersamanya-menerima segala konsekuensi yang siap menerkam kapan saja. Selesai: November 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines