Edelweis's Lovestruck

Edelweis's Lovestruck

  • WpView
    Lectures 187
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Chapitres 11
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., oct. 31, 2021
WpInfo
Fanfiction
RWBY
"Masa remaja adalah masa terindah. Ketika dalam pencarian jati diri. Kenakalan yang tak terbantahkan. Keriangan yang menjadi keindahan. Ada bermulanya kisah kasih. Hingga berakhir menjadi serpihan mimpi atau malah abadi hingga kini. Disana semua melebur jadi satu. Semua hanya milik kita dalam romantika putih abu-abu." -Evin Tobing. Kisah dua insan yang dipertemukan karena pendidikan. Berawal dari sebuah masalah kecil yang membawa mereka semakin tenggelam dalam permasalahan yang lebih besar. Perbedaan sifat yang bertolak belakang bagai dua kutub magnet semakin memanaskan suasana di antara mereka. Namun perlahan tapi pasti ada suatu hal yang mendewasakan mereka ataupun memaksa mereka untuk dewasa. Hingga tanpa mereka sadari, ada 'perasaan' lain yang hinggap diantara mereka. Jadi, apakah akan ada akhir yang bahagia dalam kisah romansa tanpa akhir ini? Akan kah kedua hati keras tersebut akan melebur jadi satu? Akankah mereka sadar tentang 'perasaan' itu?
Tous Droits Réservés
#13
chairman
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Trust
  • Paradise
  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • About Time
  • Strawberry
  • BINA
  • [✓] 💭. we are classmate's ㅡ re-upload
  • I'm broken [BHS#1]✓
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
Trust

Hidupnya indah, pada masanya. Satu masalah datang membuatnya bertransformasi menjadi dia yang lain, yang tak dikenal dan tak mau dikenal. Hidupnya berubah hitam, monoton, tak bergairah. Namun, ketika muncul setitik harapan cerah yang datang untuk membantunya kembali bangkit, hal lain muncul. Ragu itu muncul ketika harus dihadapkan pada kata percaya. Percaya untuk percaya dengan ketulusannya, atau tidak percaya karena banyak asumsi buruk yang berputar di kepalanya. Bagaimana jika ketulusan itu hanyalah kepalsuan? Ketika ia percaya, hanyalah penyesalan yang tercipta. Namun, bagaimana jika sebaliknya, ketulusan itu benar-benar sebuah ketulusan? Namun, pada kenyataannya ia masih berada di antara keduanya. Berpikir antara ya dan tidak, antara percaya dan tidak percaya. Terpaku pada garis yang sama, dengan satu ragu untuk memilih jalan yang mana. Ia tak mau salah untuk memilih. Lagi. Karena terakhir kali ia percaya, yang dipercayai mengkhianatinya.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu