Edelweis's Lovestruck

Edelweis's Lovestruck

  • WpView
    Reads 185
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 31, 2021
"Masa remaja adalah masa terindah. Ketika dalam pencarian jati diri. Kenakalan yang tak terbantahkan. Keriangan yang menjadi keindahan. Ada bermulanya kisah kasih. Hingga berakhir menjadi serpihan mimpi atau malah abadi hingga kini. Disana semua melebur jadi satu. Semua hanya milik kita dalam romantika putih abu-abu." -Evin Tobing. Kisah dua insan yang dipertemukan karena pendidikan. Berawal dari sebuah masalah kecil yang membawa mereka semakin tenggelam dalam permasalahan yang lebih besar. Perbedaan sifat yang bertolak belakang bagai dua kutub magnet semakin memanaskan suasana di antara mereka. Namun perlahan tapi pasti ada suatu hal yang mendewasakan mereka ataupun memaksa mereka untuk dewasa. Hingga tanpa mereka sadari, ada 'perasaan' lain yang hinggap diantara mereka. Jadi, apakah akan ada akhir yang bahagia dalam kisah romansa tanpa akhir ini? Akan kah kedua hati keras tersebut akan melebur jadi satu? Akankah mereka sadar tentang 'perasaan' itu?
All Rights Reserved
#616
schoolromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Archetypal [Terbit]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • About Time
  • The Kidnapper
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • BINA
  • HSM 1: OLYMPIADS [END]
  • Breathe

[WARNING! 18+] [DISTURBING, VIOLENCE, TRIGGER CONTENT!] * Apa yang istimewa dari hidup? Jika pertanyaan itu diberikan pada Ruby, maka jawabannya tidak ada. Memang tidak ada yang istimewa. Berkabut kelabu semua. Rumah, tempat yang seharusnya jadi sahabatnya untuk terus hidup itu sudah lama rusak. Keluarga, yang seharusnya jadi lentera juga sudah lama padam, yang tersisa hanya dingin, beku, dan sesak. Jadi, semua hal di dunia ini bagi Ruby hanya susunan konstelasi kosong yang sudah lama mati dan gelap gulita. Hingga siang itu, di bawah pohon rambutan tua itu, seorang anak laki-laki seusianya datang menyerobot duduk di samping Ruby seperti orang gila---atau mungkin memang demikian karena ini rumah sakit jiwa. Dia mengulurkan tangan dan berkata, "Aku Navi Renggana. Kenapa wajahmu ditekuk terus? Mau bercerita? Tenang saja, aku ini orang gila." ©️Mayaothra 240721

More details
WpActionLinkContent Guidelines