Selesai Sudah Kisah Kami (Chapter 2)

Selesai Sudah Kisah Kami (Chapter 2)

  • WpView
    LECTURES 22
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadTerminé ven., sept. 24, 2021
Persahabatan yang penuh kepahitan merusak segalanya semua hancur karena kehadirannya "Kamu udah buat aku malu depan mereka!!" "Kenapa, kamu malu punya sahabat kayak aku?" Semua kejadian yang menghantui pikiran ku... membuatku hampir gila dan hilang kendali... semua tangisan.. semua siksaan.. penghianatan... apa semua ini? aku benar benar payah... ku rasa aku buta... hingga bisa menjadikannya sahabat "P-E-N-G-H-I-A-N-A-T" walaupun aku bebas darinya... bukan berarti aku langsung tenang. "Lucu sekali bukan?, Fannesa" "Akulah yang mengucilkanmu..." "Tetapi aku jugalah yang mencarimu" "Rasa menyesal itu..., Lucu sekali".
Tous Droits Réservés
#5
duniakhayalan
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Everything Happens for a Reason
  • POLARIS
  • Silent, Please! (Re-up)
  • Hide The Pieces (Slow Update)
  • (End) Athanasia Wagner 2 : Seven Lights
  • EGLANTINE ㅡ'Na Jaemin'
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • The Real My Family {TAMAT}
  • Cerita Tentang Kita

Segalanya terjadi begitu cepat. Otakku belum bisa bekerja maksimal untuk mengerti apa yang sedang terjadi. Kalau saja aku tahu hal ini akan terjadi, aku akan menggunakan waktuku sebaik - baiknya. Aku akan mengukir kenangan terbaik bersamanya. Aku akan berada di sisinya di saat - saat terakhirnya. Mengapa ini terjadi begitu cepat? Aku masih sulit mencerna apa yang terjadi. Aku bertemu dengannya seperti baru kemarin saja. Bersama dengannya membuat waktu seolah - olah berhenti. Membuatku tidak bisa memikirkan apa - apa selain kebersamaanku dengannya. Itu sungguh menyenangkan. Rasanya aku ingin membunuh waktu agar waktu tidak berjalan dan aku dapat terus bersamanya. Sekarang, kebersamaan itu hilang begitu saja. Lenyap ditelan bumi. Andai aku mempunyai mesin waktu, aku tidak akan membiarkan hal ini menimpa dirinya. Aku tidak mau kehilangan dirinya. Waktu. Sekarang aku jadi membenci waktu. Mengapa waktu tidak bisa memberi pertanda bahwa sesuatu akan terjadi? Mengapa waktu terus berjalan begitu saja tanpa memikirkan perasaan orang lain? Perasaanku. Semua hal yang kupercaya berbalik menentangku. Aku tidak tahu apa yang harus kupercayai.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu