GLOLIY
  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 27, 2022
<FOLLOW SEBELUM MEMBACA> ........... Lily Briya Cella Gadis yang ceria da juga polos ,gadis penyuka permen lolipop tiada hari tanpa permen lolipop nya itu ,dibalik sikap ceria dan juga polos nya lily meyimpan banyak semua luka hingga lily pernah mengalami depresi akibat orang yang paling dia sayangi meninggal tertabrak mobil tepat di hadapan matanya ,dia shok berat dan lily mengalami depresi hingga orangtua lily pun tidak peduli sama sekali karena menyangka lily penyebab semua ini Lily juga menyukai cowok tetangganya dan ternyata cowok itu murid baru dan bersekolah sama dengannya tapi sayangnya cowok itu dingin ,cuek ,dan juga ketus ,tapi Lily bodo amat dia harus mendapatkan cowok itu menjadi pacarnya ,dan penolakan segala penolakan dan lontaran kejam terus menerus menyakiti hati Lily tapi Lily terus berjuang hingga dirinya lelah dan berhenti berjuang ,akankah cowok itu tidak peduli ?atau hingga akhirnya cowok itu mulai menyukainya apakah lily masih menyukai atau tidak? ---PENASARANKANN?? Yu di baca aja kalau penasaran ,semoga cerita ini buat kamu suka dan gak bosen ,maap kalo ada kekurangan karena ini cerita baru akuuu yawww:)) ---BTW--- BUKAN JIPLAKAN TAPI MURNI HASIL PEMIKIRAN SENDIRI:)
All Rights Reserved
#310
ceria
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LUKA LILY {Revisi}
  • Jeehan(TAHAP REVISI)
  • TIREYA
  • AILIA (COMPLETED)
  • LALA
  • SATRIA : not considered
  • Just You
  • Gladis Story [SELESAI ✓]
  • Let Me Love You Longer
  • Secret Bad Nerdy Girls

DALAM TAHAP REVISI🚫 Lily lahir dalam kebencian. Ibunya meninggal dunia setelah melahirkannya, membuat ayah dan ketiga kakaknya membencinya sejak ia masih bayi. Di rumah mewah milik keluarganya, Lily hidup seperti bayangan-selalu dimaki, dipukul, dan diperlakukan seperti bukan bagian dari keluarga. Ia hanya boleh makan setelah mereka selesai, tidur di gudang yang dingin, dan naik angkutan umum ke sekolah sementara kakak-kakaknya menikmati kemewahan. Namun, penderitaan Lily tidak berhenti di rumah. Di sekolah, ia menjadi sasaran perundungan, dihina, dan diabaikan seolah-olah ia bukan manusia. Tidak ada seorang pun yang peduli. Tidak ada yang melihat luka yang ia sembunyikan-baik luka di tubuhnya maupun luka yang jauh lebih dalam, di hatinya. Hingga suatu hari, tubuhnya mulai melemah, demam yang tidak kunjung sembuh, dan kelelahan yang terus menghantuinya. Tanpa sepengetahuan siapa pun, Lily mengidap leukemia. Namun, bahkan dalam sakitnya, keluarganya tetap tidak peduli. Mereka bahkan berharap ia segera mati. Sampai akhirnya, Lily menyerah. Ia benar-benar pergi untuk selamanya. Saat itulah, untuk pertama kalinya, rumah itu terasa sepi. Tidak ada lagi suara langkah kecilnya, tidak ada lagi sosok lemah yang selama ini mereka abaikan. Dan saat semua orang mengetahui penyakit yang ia derita, penyesalan pun datang terlambat. Tetapi Lily tidak akan pernah tahu itu-karena dia telah pergi, membawa semua luka dan kesepiannya ke tempat yang lebih tenang. #kematian (1) (10/02/25) #benci (1) (02/04/25) #kepergian (1) (21/02/25)

More details
WpActionLinkContent Guidelines