MY ASSHOLE

MY ASSHOLE

  • WpView
    LECTURAS 2,922
  • WpVote
    Votos 79
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, ago 22, 2025
WpInfo
Ficción
Romance
[ FOLLOW SEBELUM MEMBACA, SEBAGIAN PART DIPRIVAT! ] [ WARNING!!!! ⚠ Area 21+ ] AREA PANAS, SPOILER TANPA BATAS, FULL KONTEN. ✏Author note : - sedang dalam penyempurnaan baku - Cerita telah di revisi sekali sebelum di publish ◾◾◾◾ Kilas balik kisah cinta yang di anggap hanya cinta biasa, antara kedua manusia yang tak memiliki cinta karna lebih dominan oleh ambisi. "Ku pikir suara merdu mu hanya di ranjang saja," Bisik pria berjas tersebut, dengan pesonanya yang sangat tampan pada Gadis yang baru saja turun dari panggung. Tampak jemari lentik itu mengepal begitu erat dengan wajah memerah menahan amarah, saat ini ia sedang berada di pesta yang di adakan oleh pamannya. Jika saja tidak mengingat hal itu, pria brengsek yang baru saja berbisik padanya sudah sedari tadi ia hadiahi tamparannya. Menyadari banyak pasang mata menatapnya gadis yang terkenal sebagai Aktris dan penyanyi itu mengkondisikan mimik menjadi manis dan anggun. Wajah cantik itu menoleh tepat pada wajah tampan di sampingnya, segera beberapa lensa kamera mengabadikan keduanya. "Apakah saya mengenal Anda?" Tanya gadis itu, menatap tepat pada mata pria yang siap ia bunuh ketika ada waktu senggang. Naas pertanyaan yang menggambarkan bahwa keduanya asing hanya di balas dengan senyum yang begitu menawan, detik berikutnya seluruh pasang mata menatap dengan kaget di sertai suara histeris karna sebuah kecupan telah mendarat pada kening sang gadis. Mereka terlalu manis untuk di abaikan. Hanya singkat namun terabadikan oleh kamera wartawan, sekali lagi semua orang di buat tercengang karna balasan dari gadis yang tampak begitu tenang dan manis itu melayangkan tamparan sebagai balasan. "Don't forget your limits, Asshole!" Tegas gadis itu dengan nafas memburu itu, ia sudah berada di ambang kemarahan yang luar biasa. Baby who cares Republish Rabu, 14 Desember 2022
Todos los derechos reservados
#533
2025
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Nala dan Mas Juragan
  • Kembang Desa
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Salah Status [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido