Penghantar Cerita / Sinopsis

Penghantar Cerita / Sinopsis

  • WpView
    Прочтений 13
  • WpVote
    Голосов 2
  • WpPart
    Частей 2
WpMetadataReadЗавершенная история пнд, авг. 30, 2021
Seorang bapak sibuk mengeluarkan barang dagangannya dan ditaruh di atas gerobak yang di bawanya. Bapak itu bergegas mendorong gerobak nya. Wajahnya terlihat tua dan raut wajah yang agak keras. Ia berbaju putih dan memakaikan kain handuk di lehernya yang sederhana serta dagangannya berupa makanan somay. Langkahnya pun makin cepat menuju ketempat keramaian di lapangan. Berderet lapak-lapak berbagai macam dagangan disana. Disana mereka saling berkompetisi mencari pembeli dagaangan mereka.Sama seperti bapak tua itu.Siang itu bapak tua itu pulang ke rumah. terlihat daganganya habis dan tubuh tuanya langsung ia baringkan di atas serambi yang tua. Baru saja tubuh tuanya berbaring, terdengar ketukan pintu diketuk. Mungkin itu ananda anak kedua dari bapak tua tersebut. Wajah ananda terlihat lelah dan tas dibawanya langsung ia geletakkan begitu saja di kursi tua di kamarnya. Bapak tua itu berbisik kepada ananda. "maaf nak kamu habis dari mana sudah sore gini kamu baru pulang ke rumah. Next selanjutnya Selamat Membaca ****
Все права сохранены
#645
novelremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

Вам также может понравиться

  • Sudut pandang (felisha)
  • Shadows of the Main Story
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • NOESIS [END]
  •  a girl's secret
  • Ujung Serbuk Emas Segera Hancur [END]
  • Bidadari Rasa Setan (End)

"Kasih gue tutorr dong din. Kayaknya lo gampang banget bisa punya pacar. Masa gue yang ganteng gini belum bisa dapetin feli juga? Lo sih fel. Susah banget di gapai. Tinggal terima gue kenapa sih? Gue kan iri sama nadine" omel galuh menyalahkan felisha membuat felisha memutar bola matanya malas. "Ya lagian, ngapain juga lo sukanya sama gue? Kan banyak cewe lain yang bisa lo sukain" cibir felisha. "Ya ngga tau, ini semua kan gara-gara lo. Siapa suruh lo cantik, gemesin, nganenin, lucu gitu? Kan gue jadi suka sama lo" *** Galuh menggeleng cepat "Ngga kok, Ayo bareng aja. Searah juga kan tujuan kita. Ke pelaminan" gurau Galuh dengan alis yang ia naik turunkan membuat felisha berdecak. "Buru! Ngga usah bercanda. Gue Ngga punya banyak waktu" desak felisha. Karena sebentar lagi shift kerjanya akan dimulai, menjadi seorang barista di caffe Coffee yang terkenal membuatnya menjadi super super sibuk disela tugas kuliahnya. Galuh murung, karena gombalannya yang sama sekali tidak mempan untuk felisha "Ya kan siapa tau nanti bukan sekedar candaan lagi fel. Tapi jadi kenyataan" ^^ "Gue buru buru itu karena Ngga pengen ketemu lo galuh" terang felisha membuat Galuh mencibir. "Jahat banget omongan lo sha. Tapi tenang aja, gue Ngga sakit hati kok" ^^^ "Ayo! Galuh tolong anterin gue ya. Nanti gue bensinin" ujar felisha sembari melongokkan kepalanya ke samping, agar bisa melihat wajah galuh yang tertutup helm hitamnya. "Dikiranya gue ojek kali. Padahalkan gue rela lakuin apapun buat dia, jangankan nganterin. Nemenin jadi suami aja pasti bakal gue jabanin" gumam galuh mencibir. "Hah?? Lo ada bilang sesuatu galuh?" "Ngga. Gue cuma bilang iya felisha cantik, lucu, unyu-unyu, gitu kok" Aku Ngga ngarep banyak yang voment, tapi disini Aku cuman pengen karya Aku bisa sampai tamat aja. Ngga lebih

Подробнее
WpActionLinkТребования к контенту