Aku, Mereka Dan Hidup

Aku, Mereka Dan Hidup

  • WpView
    Reads 110
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 31, 2024
Mereka mengatakan ini padaku dan aku mengikuti apa yang mereka katakan. Tersenyumlah walau banyak masalah menimpamu, Dan sekarang aku tersenyum hingga aku tak merasakan apapun. Jangan tahan menangislah jika kau merasa kesakitan, Dan sekarang aku tak lagi menahannya hingga mataku terlihat mati. Terkadang hidup harus memiliki sedikit ilusi, Dan sekarang aku terjerembab didalamnya hingga tak bisa keluar. Jangan terlalu menahan atau itu akan jadi boomerang, Dan sekarang semua boomerang itu sedang menyerangku. . . . Aku melakukan apa yang mereka katakan karna kata mereka itu hal yang benar Aku bertanya-tanya setiap kali dimana yang salah? Apa yang salah? Mengapa itu salah? Bagaimana itu bisa salah jika kata mereka itu benar?
Creative Commons (CC) Attribution
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • psychologycal
  • Di Balik Nama Zella
  • Palsu (Aouboom) End✓
  • The CHOICE
  • The Kidnapper
  • Behind The Smile (TERBIT)
  • 콧노래 From Fit
  • RECAKA

Aku hanya mampu berdiri di ambang pintu kamarku, menyaksikan tawa lepas mereka, kebersamaan mereka, canda tawa mereka, dan kebahagiaan yang terpancar jelas dari raut wajah mereka. Masihkah aku dianggap dalam keluarga ini? Masihkah aku terlihat dalam keluarga ini? Masih adakah aku dalam hati mereka? Atau mungkin aku hanya dianggap angin lalu yang sama sekali tidak penting dan tidak ada gunanya? Tanpa terasa air mata ini sudah mengalir deras, mengalir membasahi pipiku, aku tak berniat untuk menghapusnya, karena aku yakin air mata ini akan terus mengalir walau aku sudah beberapa kali menghapusnya. Hatiku sangat perih, dadaku begitu sakit, kepalaku mulai terasa pusing dan berat, memang hanya rasa sakit lah yang selalu setia menemaniku saat aku merasa sendiri dan terasingkan seperti ini. Sering aku bertanya-tanya, apakah aku bukan anak kandung mereka? Apakah kehadiranku di dunia ini sama sekali tak di inginkan? Apakah aku hanya anak terbuang yang di pungut oleh mereka? Perasaan sakit dan rasa iri ini selalu membuatku bertanya-tanya dalam hati, namun aku tahu bahwa aku tak sepantasnya untuk bertanya seperti itu, biar bagaimana pun mereka adalah keluarga yang menjaga dan mengasihiku selama ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines