Na-update namin ang aming Mga Alituntunin sa Nilalaman.
Suriin ang pinakabagong mga alituntunin para patuloy na makapagbahagi ng mga kuwento nang ligtas.
Matuto pa
BLACK SEA

BLACK SEA

  • WpView
    MGA BUMASA 71
  • WpVote
    Mga Boto 1
  • WpPart
    Mga Parte 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Fri, Mar 10, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Harusnya hari itu aku tidak bertemu dengannya. Harusnya aku tidak tertarik berteman dengannya. Namun, semuanya telah menjadi rasa tersendiri. Saat melihat mata sayu juga senyum tipis manis itu. Bersamanya aku melalui hari yang amat berkesan, kebersamaan, kepedihan, kesedihan juga kepercayaan. Ini kisahnya, dia dan 100 harinya. -Wildan Pralasa Bayumana ---- Kata orang, hidup itu hanya sebagian dari kata kesedihan yang lainnya hanya sebatas kebahagian yang tidak dijanjikan. Disinilah aku berdiri sekarang tanpa berminat memiliki konversasi juga atensi dari orang lain. Disebuah pantai yang tanpa disangka menjadi saksi bisu dari segala rasa yang mulai menjalar. Dengannya, lelaki berkulit sawo matang juga senyum manisnya. -Syafana Andewa
All Rights Reserved
#488
pantai
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Vericha Aflyn ✔️
  •  ANATHA
  • THE RED UMBRELLA
  • FLU & BATUK
  • LIKE A FOOL
  • Senja Terakhir Semesta✔️
  • Untung Sayang
  • Life Script
  • Favorite Wound
  • LED ASTRAY

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman