Sampai Kapan?

Sampai Kapan?

  • WpView
    LECTURES 1
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication lun., août 30, 2021
Sampai kapan? Oleh : Fatin Nur F Bayang-bayang di batas senja Seberkas harap pada angin malam Kerinduan yang kian meradang Sepi yang kian menikam Dingin yang tak tertahankan Seolah meraung angan diambang persimpangan Sembilu rasanya Melihatmu yang kian jauh dari genggaman Mencoba mematahkan pengkultusan rasa yang fatamorgana Bukankah ini penantian yang teramat panjang sayang? Bisakah kau rasakan letihku diujung jalan Mencoba meraih harap pada sebuah janji Yang pantang untuk diingkari "Sebentar" katamu Sampai kapan? tanyaku.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Hanya Rindu Dan Trauma
  • Rain
  • Janji Janji Masa Depan
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • Remember Me As A Time of Day✅
  • Be My Forever
  • 𝐄𝐥𝐞𝐠𝐢 [𝐝𝐮𝐤𝐚] 𝐂𝐢𝐧𝐭𝐚
  • laut yang membawanya pergi (END) ✓
  • A Forgotten Promise

Aku hanya rindu bukan cinta hanya karena trauma ini aku tak lagi mempercayai lagi apa itu arti cinta jangan memulai dengan membawa luka lama, kembali lah dengan versi terbaik dan luka itu benar-benar kau sembuhkan dengan waktu ./ deary .. Dalam senyap malam yang kelabu, Rindu menyelinap seperti bayang, Mengisi ruang hati yang kosong, Mengusik luka yang belum sembuh. Rindu itu, seperti angin sepoi, Menyentuh lembut namun menusuk, Mengingatkan pada senyum yang hilang, Pada tawa yang kini tinggal kenangan. Trauma itu, seperti duri, Mengakar di dalam jiwa yang rapuh, Menggores setiap ingatan, Menghantui setiap detik yang berlalu. Malam-malam panjang tanpa bintang, Kusandarkan hati pada sepi, Menganyam harap di antara kelam, Berharap rindu dan trauma berakhir. Namun, rindu tak pernah lelah, Terus mengalun dalam hening, Sementara trauma tetap berbisik, Mengiringi setiap jejak langkahku. Dalam pertemuan bayang dan luka, Ku mencari cahaya di ujung jalan, Meski perih, meski berbalut duka, Aku percaya ada akhir dari rindu dan trauma.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu