Epoch [Majapahit]

Epoch [Majapahit]

  • WpView
    LECTURAS 61,243
  • WpVote
    Votos 5,263
  • WpPart
    Partes 51
WpMetadataReadConcluida mar, ago 29, 2023
CERITA INI SUDAH DITERBITKAN "Ia tumbang dalam kemenangan. Ia tunduk dalam kekuasaan." Sebuah kisah yang diangkat dari sepenggal sejarah Perang Bubat, mengantar kita pada dimensi enam ratus tahun silam di Jawa Dwipa. Menunjukkan intrik batin seorang penguasa antara tujuan dan cinta. Akankah kisah ini akan berakhir semanis harapan, atau justru darah yang menjadi akhir segalanya? Catatan: Epoch adalah kisah fiksi sejarah. Memadukan sejarah yang ada dengan imajinasi pengarang. Walaupun tokoh-tokoh dan kejadian dapat ditemukan di dunia nyata-sejarah, namun sebagian lain hanyalah karangan penulis-fiksi. 30 Agustus 2021-18 Oktober 2021.
Todos los derechos reservados
#36
majapahit
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • GARBHAPATI
  • Armor: Bubat [Completed]
  • KIDUNG JAYANEGARA: Nyanyian Jiwa yang Belum Usai
  • Transmigrasi Queen Amoora [ END ]
  • APSARA MAJA : SANG PARAMESWARI
  • Legenda Patung Jayashree [TAMAT]
  • TRIBHUWANA TUNGGADEWI (Kemelut Takhta dan Cinta) - TAMAT - PART MASIH LENGKAP
  • Rekal Rara [END]
  • Prahara Cinta (Selesai ✓)

Tinta emas menuliskan kemasyhuran Wilwatikta yang agung; puja-pujian bagi darah campuran pengkhianat dan pejuang yang bersatu, melahirkan raja-raja Jawa. Tak terhapus, namun namanya tercela sepanjang aksara pujangga yang menuliskannya: Jayanegara-yang kotor, tamak, rakus, dan cacat. Jayanegara, Yuwaraja yang hina, tiada sebaik-baiknya Maharaja Majapahit. Ia tumbal demi kemurnian tahta, kekuasaan fana yang ditebus leluhurnya dengan pertumpahan darah Mahisa Campaka dan perebutan singgasana yang berlumur durhaka. Dan kini, ramalan menggantung di ubun-ubunnya: wafatnya akan seiring dengan kecewanya Roro Sekarwuning, di bawah naungan Wintang Alit yang murka. Semesta mendengar tangisnya yang patah, mendengar amuknya yang terpendam dalam sunyi; dendam disemai, dan segala kutukan Kala menghantam jiwanya tanpa ampun. Seluruh jagat raya menolak kehadirannya, mengutuk setiap tapak yang ia tinggalkan di bumi. Namun Sanghyang Tunggal, dalam Krodha-Nya yang menggelegar, mengabulkan doa-doa Jayanegara yang terisak di antara dupa dan darah: terlahir kembali dalam perwujudan pria milenial abad ke-21, mengembara mencari cintanya yang hilang, memungut serpihan jiwa yang telah lama lenyap, di bawah bayang-bayang Kala Ratri yang tak pernah tidur. Indonesia, ranahasmoro. ©(2025-2026) [ Perlu diingat bahwa cerita ini merupakan karya fiksi dan fantasi. Beberapa elemen mungkin tidak sesuai dengan sejarah atau kenyataan. Hak cipta dilindungi. ]

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido