Di Balik Takdir

Di Balik Takdir

  • WpView
    Reads 105
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 31, 2021
Saat berusia 9 tahun, keluargaku dipaksa tegar karna kehilangan sang imam. Ibu tak kenal lelah merawat 3 anaknya yang masih berusia muda. Aku anak kedua dari tiga bersaudara, cukup berbeda dari saudara kandungku yang lain. Mengalami masa kelam yang dapat dijadikan pengalaman dan pelajaran tak terlepas dalam kehidupanku. Namun aku sadar, akan menjadi apa jika terus berada dalam masa itu. Karna membahagiakan orangtua sudah menjadi kewajiban bagi anak. Waktu terus berjalan, aneh rasanya aku berada dalam lingkungan organisasi. Suatu hal yang aku benci dulu sekarang memenuhi hari-hariku. Waktu remaja ku diisi dengan tanggung jawab yang aku emban karna dipaksa oleh keadaan. Orang-orang hebat mengelilingi diriku, membawa sebuah pelajaran yang dapat aku manfaatkan suatu saat nanti. Pada akhirnya aku sadar, apa yang telah hilang dariku memang digantikan oleh Tuhan. Tuhan pasti memberikan takdir yang di baliknya terdapat hal yang setara atau bahkan lebih baik. Tuhan tau hambanya pasti akan lelah, tapi jangan sampai menyerah. Tuhan mempersilakan untuk beristirahat, namun itu belum tamat.
All Rights Reserved
#609
basedontruestory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sehari Untuk Selamanya
  • Become Baby Boy✓
  • 𝐒𝐞𝐫𝐩𝐢𝐡𝐚𝐧 𝐀𝐬𝐭𝐚𝐦𝐚𝐥𝐚│〚𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓〛
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • 💞Takdir Cinta💞
  • Hai, Kak! (END)
  • ARIESKA || Sweet Family [ ✓ ]
  • Cerita Tanpa Akhir
  • NODA
  • senja di matamu

"pokoknya nji mau nya mama yang suapin" _kenzie "Kamu apa-apaan sih Kenzie? Udah gede gitu emang nggak malu?" _Riana "Tapi mama kan udah janji seharian bakal turutin permintaan nji?" _kenzie "Iya tapi hari ini kamu tuh aneh. Manja banget. Mama juga butuh istirahat buat besok, nah ini kamu dari pagi banyak banget mau nya. Minta di potongin kuku lah, di temenin tidur siang lah. nah sekarang apalagi? Minta di suapin? Ayolah Kenzie.. kamu udah 15 tahun." _Riana "16 ma.. 2 bulan lalu." _Kenzie Satu fakta lagi bahwa ibunya memang melupakan hari kelahirannya. "Nji janji ini terakhir kalinya.. eh enggak deh. Besok nji minta papa mandiin nji dulu" _kenzie Riana tak pernah berfikir bahwa itu adalah obrolan terakhirnya dengan Kenzie, anak sulungnya yang selama ini mengemis kasih sayang dan terabaikan olehnya. "Tapi mama tau nggak kalau malaikat mencabut nyawa nggak harus orang yang sakit aja ma.. kadang tuhan manggil orang yang...." "Diam Kenzie. Kamu lagi makan nggak boleh sambil bicara" potong Riana, hatinya tiba-tiba perih mendengar ocehan putranya. "Kamu tau kalau Khanza lebih butuh perhatian Kenzie" _batin Riana..

More details
WpActionLinkContent Guidelines