Di Balik Takdir

Di Balik Takdir

  • WpView
    Reads 105
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 31, 2021
Saat berusia 9 tahun, keluargaku dipaksa tegar karna kehilangan sang imam. Ibu tak kenal lelah merawat 3 anaknya yang masih berusia muda. Aku anak kedua dari tiga bersaudara, cukup berbeda dari saudara kandungku yang lain. Mengalami masa kelam yang dapat dijadikan pengalaman dan pelajaran tak terlepas dalam kehidupanku. Namun aku sadar, akan menjadi apa jika terus berada dalam masa itu. Karna membahagiakan orangtua sudah menjadi kewajiban bagi anak. Waktu terus berjalan, aneh rasanya aku berada dalam lingkungan organisasi. Suatu hal yang aku benci dulu sekarang memenuhi hari-hariku. Waktu remaja ku diisi dengan tanggung jawab yang aku emban karna dipaksa oleh keadaan. Orang-orang hebat mengelilingi diriku, membawa sebuah pelajaran yang dapat aku manfaatkan suatu saat nanti. Pada akhirnya aku sadar, apa yang telah hilang dariku memang digantikan oleh Tuhan. Tuhan pasti memberikan takdir yang di baliknya terdapat hal yang setara atau bahkan lebih baik. Tuhan tau hambanya pasti akan lelah, tapi jangan sampai menyerah. Tuhan mempersilakan untuk beristirahat, namun itu belum tamat.
All Rights Reserved
#900
takdir
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • sraddah (on going)
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • ARIESKA || Sweet Family [ ✓ ]
  • senja di matamu
  • Make A Better Place (Autobiografi Triocahyo Utomo)
  • Cerita Tentang Kita
  • 𝐒𝐞𝐫𝐩𝐢𝐡𝐚𝐧 𝐀𝐬𝐭𝐚𝐦𝐚𝐥𝐚│〚𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓〛
  • NODA
  • Doa Yang Tak sama | END
  • Become Baby Boy✓

mata lentik itu terbuka saat matahari menerpa wajah nya, dia terduduk dengan keadaan bingung dan heran, seingatnya dia tadi sudah mati karna di bunuh, kenapa dia disini?. "nyonya, segeralah bersiap tuan sedang menunggu nyonya di ruangannya" *** "seperti keinginan mu waktu itu, aku mengizinkan mu untuk pergi dari kastil dan hidup sebagai rakyat biasa, sebagai pengakuan kesalahan mu Karna telah melukai nyonya meneer waktu itu" hah?, wah wahh baru saja merasakan hidup enak malah jadi hidup susah, tapi tak apalah dari pada disini aku merasa kurang nyaman. "baik tuan aku akan bersiap untuk pergi, terimakasih telah memberikan hukuman yang tak berat, saya akan berangkat malam ini" "yah hiduplah menjadi rakyat nyonya, agar Anda tak merasa anda selalu berkuasa" "baik tuan saya izin pamit, terima kasih karna menerima maaf saya" "ya pergilah, ini koin untuk anda bertahan hidup, carilah kerja dan hidup lah dari uang hasil kerja keras mu nyonya" "tentu, saya izin pamit" aku pergi dari ruangan nya, benar aku harus segera bersiap, dan harus berkerja keras dan lebih giat lagi. "nyonya tuan muda sedang menangis sekarang, maaf nyonya saya bukan bermaksud untuk mengangu nyonya tapi lihat lah tuan muda dulu" WTF lah nie tubuh dah jadi emak emak?, yaudah lah gue Bawak ajah tu bocah "antarkan saya ketempat tuan muda" "lewat sini nyonya" yukkk mampirrr kalau kepooo kelanjutannya🤭 Arti judul bisa di lihat di capt 13 Cover by canva and pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines