Story cover for Salib & Tasbih by halisahhhhhhhh
Salib & Tasbih
  • WpView
    Reads 235
  • WpVote
    Votes 105
  • WpPart
    Parts 19
  • WpView
    Reads 235
  • WpVote
    Votes 105
  • WpPart
    Parts 19
Ongoing, First published Aug 31, 2021
"kenapa lu gamau sama gue, gue tulus sama lu" Ucap seorang lelaki itu dengan lirih.

"setulus apapun cinta kamu sama aku kita gaakan pernah bisa menyatu, kita berbeda" Jawab perempuan berhijab itu

"tapi kita bisa lewatin sama sama kan?" Tanya seorang lelaki itu penuh percaya diri

akankah mereka bisa melewati perbedaan agama diantara mereka?, antara jumat dan minggu, sholawat dan dasyatnya syafaat,  lonceng dan azan, rossario dan tasbih, antara tangan yg mengepal dan mengadah?

Ketika aku tahu bahwa kita berbeda agama, maka aku memilih mundur, karna sainganku bukan lagi ciptaannya, melainkan sang penciptanya.
 ~ ABDIEL JUSTIN GILBERT
All Rights Reserved
Sign up to add Salib & Tasbih to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
hanya untuk bunda by KoboyKoboy9
9 parts Complete
"Gak usah sok suci deh, lo itu J***NG TAU GAK" teriak azzam keras, setetes air mata mengalir dari mata liyya, mendengar teriakan azzam yang begitu menusuk "gue kira bocah polos kayak lo tu emang beneran tulus, tapi ternyata gue salah, lo udah manfaatin muka polos lo itu buat nge bodohin gue IYA" belum sempat liyya menjawab azzam sudah kembali meradang. "Lo gak mau sama gue karena gue belum Kaya kan, jadi lo gak bisa foya foya kalau sama gue, dan lo malah sama om om itu supaya lo bisa punya banyak duit" sentak azzam keras, tanpa memperdulikan tatapan anak anak seisi kelas ipa 1, yang menatap azzam syok, apalagi mendengar teriakannya Mereka gak nyangka kulkas 7 pintu seperti azzam bisa banyak bicara kayak gitu "Lo gak mau pacaran sama gue bilangnya lo takut dosa tapi apa, LO MALAH SAMA OM OM ITU, NGAKU LO DIBAYAR BERAPA LO, BUAT BISA MUASIN MEREKA, JAWAB" suara azzam menggema, tak ada yang berani bersuara, semua takut jika azzam sudah mengamuk, bahkan ada yang berlari keluar kelas karena takut. Sedangkan liyya, air mata terus mengalir dari matanya, tanpa memperdulikan apapun liyya menghapus air mata kasar dan beranjak berlari pergi dari kelas. . . . Saat kalian bertanya siapa yang paling ku cinta di dunia ini? Jawabannya adalah bunda Dia bundaku.... Ya aku sangat menyayanginya dari dunia dan seisinya, aku hanya ingin, firman Allah yang kuhafal hari ini, kemarin dan esok, akan mengantarkannya kepada pintu syurga, ingin rasanya aku memasangkan mahkota hafalanku dikepalanya aku hanya ingin tetap bersamanya di dunia dan akhirat, aku hanya ingin melakukan setidaknya aku membalas satu persen dari yang dia lakukan untukku, meski hanya satu persen , aku tak mau memperosokkan dia kedalam jurang jahannam. maka izinkanlah kelak aku memasangkan mahkota ini di akhirat dan di dunia, meskipun kapan waktunya, aku akan berusaha
You may also like
Slide 1 of 8
"Bilang Pada Tuhanmu" ~The End~ cover
hanya untuk bunda cover
A Love Left Unspoken  cover
Crush cover
Break Up? || gxg cover
Kita Yang Ananta (END, REVISI) cover
Can I HOOP your Love? (GxG) (COMPLETED) cover
Love but Different cover

"Bilang Pada Tuhanmu" ~The End~

63 parts Complete

Sosok gadis melangkahkan kakinya menjauhi sebuah bangunan yang begitu megah dan mewah. "Tunggu!" jerit seseorang. "Kamu mau kemana?" tanya pemuda itu. "Tidak!" singkat gadis itu sembari menundukkan pandangan. "Maaf! Aku hanya..!" gadis itu belum selesai bicara. Namun pemuda itu nampaknya begitu erat memegang tangannya. "Tolong lepaskan!" jeritnya. "Aku mau tahu jawaban darimu! Mengapa kamu menangis dan mengapa kamu tidak datang ke hari ulang tahunku!" ucap pemuda itu serius. "Astagfirullah! Demi Allah! Tolong lepaskan! Tolong jangan pernah mencari diriku lagi!" ucap gadis itu menghempaskan tangannya. "Kenapa? Apakah salah aku mencarimu? Aku selalu memikirkan dirimu!" ucap pemuda itu yakin. "Tolong jangan pernah! Kita takkan bisa bersama! Walau bagaimanapun kita berusaha! Kalau Allah berkata tidak! Kamu bisa apa? Allah membenci apa yang kita lakukan sekarang! Kamu hanya teman! Bukan lebih! Aku tidak menaruh harapan lebih padamu!" " gadis itu sedikit membentak dirinya. "Kalau aku mengganti agamaku! Apakah kamu mau menerima diriku?" ucap pemuda itu spontan. ••••••••••••••••••••