ANANDA
  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 14, 2022
Kenapa harus aku? Apakah mereka tidak akan pernah merasakan apa yang aku rasa? Sungguh terlalu rumit untuk ku jelaskan tentang perasaan ini. Kenapa aku harus bertemu dia. Dia yang membuatku tersadar, akan banyak hal didunia ini yang seharusnya ku syukuri. Dia yang membuat diriku nyaman akan kehadirannya disisiku. Ketaatannya... Kesederhanaannya... Kesopanannya... Kelembutan hatinya... Membuatku merasa dialah orang yang pantas untuk disebut laki-laki beruntung, Walaupun kenyataannya tidak.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misunderstand
  • The Endpoint
  • Cinta KenRi
  • Lelah | >Kaifang
  • Aku, Luka Dan Lupa
  • 𝐜𝐡𝐨𝐢 𝐬𝐚𝐧 𝐚𝐧𝐝 𝐣𝐮𝐧𝐠 𝐖𝐨𝐨𝐲𝐨𝐮𝐧𝐠
  • Just a Moment
  • Admire Or Love
  • Broken Home

Aku mencintainya, tetapi karena sesuatu aku pergi meninggalkannya jauh dari hidupnya. Karena kepergianku yang tiba-tiba, aku menyesal mengapa tak ku dengarkan dulu penjelasannya. Mengapa tak ku tanyakan dulu apa maksudnya. Entahlah ini kesalah pahaman yang fatal menurutku. Aku bersembunyi selama lima tahun darinya, guna menyembuhkan hatiku yang terluka dan kecewa. Mungkin sekarang ia sudah bahagia bersama kekasihnya yang baru, entahlah. -Carissa Sabiyya Dalisha *** To: Carissa Sabiyya Dalisha Teruntuk kamu, orang yang masih selalu menghantui tidurku. Kemana kamu pergi, Ca? Aku merindukanmu disini. Apa kesalahanku hingga kamu meninggalkanku seperti ini? Bahkan saat aku kerumahmu tak kutemukan siapapun disana. Tolong kembalilah, aku ingin kamu menjadi jodohku, Ca. Bukan bermaksud mendahului takdir Tuhan. Aku hanya mengusahakan kita kembali seperti dulu. Aku terlalu mencintaimu, hingga saat kamu pergi hatiku tak mampu mencintai siapa pun lagi. Ketahuilah bahwa sampai kapan pun kamu itu tetaplah kekasihku. Entah kapan kamu akan membaca dan membalas pesanku ini, tetapi satu yang harus kamu tahu bahwa aku akan tetap menunggu walau harus sepuluh tahun lagi ataupun seribu tahun lagi. Ku tetap menunggumu, Carissa. From: Fikhar Daneer Allam Copyright©2020 By Intan Wahyu Andini

More details
WpActionLinkContent Guidelines