Rembulan Tanpa Purnama

Rembulan Tanpa Purnama

  • WpView
    Reads 155
  • WpVote
    Votes 43
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 7, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Kecelakaan yang menimpa Nayra membuatnya koma selama enam belas bulan. Ia pikir kehidupannya berhenti sejenak saat itu. Tapi ternyata tidak, karena ketika ia terbangun, dunianya berubah. Kedua orang tuanya tiba-tiba bercerai tanpa alasan yang jelas. Hak asuh jatuh ke tangan papanya, dan memaksa ia tinggal bersama ibu dan adik tirinya yang menyebalkan. Lalu Nayra tidak sengaja menemukan brosur asrama berbasis Bahasa Perancis bernama Auberg Clair de Lune. Mampukah ia menyatukan kembali kedua orang tuanya? Apa sebenarnya alasan mereka bercerai? Sanggupkah ia bertahan di asrama bersama Revan, lelaki yang mungkin akan membuat Nay, melakukan pola yang sama seperti kedua orang tuanya?
All Rights Reserved
#175
perceraian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • UNTUK NADINE
  • BAYANGAN YANG TIDAK PERNAH PULANG
  • ARLIA (On Going)
  • Love hidden(END)
  • Ruang yang Tak Pernah Jadi Rumah
  • Luka Dan Bahagia 'NATHAN
  • Ada Kembar Empat Di Balik Selimut
  • Auriga [END]

Dulu, Nadine adalah matahari kecil di rumah itu. Sejak kecil, tawa Nadine selalu jadi suara paling riuh di pagi hari. Ia yang membangunkan Reyhan dengan menyelipkan es batu ke punggung kakaknya, atau menggoda dengan mencoret-coret wajah Reyhan saat tertidur. Rumah yang sepi tanpa Ibu dan Ayah karena pekerjaan, tetap terasa hidup karena Nadine. Tapi itu dulu. Semenjak kematian Ibu, Nadine berubah. Tak ada lagi tawa yang menggema dari kamarnya. Tak ada langkah kecil berlari di koridor rumah. Tak ada pelukan hangat yang menyambut Reyhan saat pulang kuliah. Yang ada hanya keheningan. Yang tersisa hanya bayangan. Nadine lebih sering mengurung diri di kamar, menutup tirai rapat-rapat, dan menolak berbicara. Sekalipun Reyhan berusaha membuka percakapan, jawaban Nadine singkat, kadang hanya anggukan. Kadang tak menjawab sama sekali. Reyhan tahu, kehilangan Ibu menghancurkan dunia adiknya. Tapi tak pernah ia menyangka, luka itu begitu dalam hingga menenggelamkan Nadine perlahan-lahan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines