Beda
  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 4, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
"kita bisa laluin semua ini bareng bareng ma!" "Enggak sta!,kita terlalu beda kita gak bisa!" Gadis itu,prima ayu kencana memukul dada bidang mahendra semesta dengan kuat,yang di pukul hanya diam lalu setelah pukulan itu mereda esta langsung membawa prima ke pelukan nya "Prim percaya sama gue,kita bisa laluin ini bareng bareng ya?"Bisik esta menenangkan wanita nya Perlahan prima mengangkat wajah nya,menatap semesta dengan mata sembab "Kita beda di setiap sisi sta,entah agama atau apapun itu" Gadis itu diam beberapa saat,menguatkan dirinya sendiri di pelukan lelaki yg sangat dia cintai "Dan lagi sta,,kamu manusia normal sedangkan aku sakit jiwa" ....... TOLONG BACA Saya meminta maaf sebesar besarnya kepada pembaca yg mungkin tidak nyaman dengan peletakan tata bahasa atau kesalahan saya ketika mengetik cerita ini Selamat membaca Terima kasih
All Rights Reserved
#94
beda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • BEAST AND YOU (End)
  • Young Papa
  • PERBEDAAN
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • Sejenak Luka
  • Waktu?
  • Cinta Beda Agama [Tahap Revisi]
  • False Hopes

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. Semua orang mengatakan Gita adalah penyebab kematian saudara kembarnya. Tidak ada yang peduli untuk bertanya bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang selama ini selalu berada di sisinya. Sejak tragedi itu, hidup Gita berubah sepenuhnya. Gadis yang dulu ceria kini hidup dalam bayang-bayang masa lalu, dikelilingi tatapan yang menghakimi dan tuduhan yang tak pernah hilang. Bertahun-tahun kemudian, ketika ia mulai mencoba menata hidupnya kembali, serpihan kebenaran yang lama terkubur perlahan muncul ke permukaan. Namun semakin dekat Gita pada jawaban yang selama ini ia cari, semakin ia menyadari bahwa tidak semua luka berasal dari kebencian. Sebagian lahir dari kata-kata yang tak pernah diucapkan. Dan sebagian lagi dari pertolongan yang datang terlambat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines