Merhaba Oppa

Merhaba Oppa

  • WpView
    Reads 823
  • WpVote
    Votes 123
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 24, 2022
Lyora Rizki An-Naira, gadis muslimah asal Indonesia yang mencatatkan diri sebagai mahasiswi Seoul National University di Korea Selatan, harus berurusan dengan seorang idol k-pop dari boygroup ternama karena ketidaksengajaan. Seluruh rangkaian peristiwa justru membuatnya kian dekat dengan idol itu, hingga muncul sebuah kabar burung bahwa Lyora adalah seorang sasaeng jahat yang mengincar boygroup tersebut. Di saat Lyora ingin meluruskan kabar hoax tersebut, takdir justru mempermainkannya dengan menjebaknya dalam kisah percintaan segitiga klise dan membuat segalanya makin rumit. Hingga sebuah fakta terungkap bahwa idol k-pop tersebut hanya memanfaatkan Lyora untuk meningkatkan popularitas sehingga membuat nyawa Lyora terancam. Dan dari situlah Lyora merasa bahwa kehidupan studinya di Negeri Ginseng ini adalah mimpi buruk. © Ika Rizki Refima Putri, 2021
All Rights Reserved
#181
exol
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ENIGATA
  • My Idol || Lee Haechan
  • Glass Uniform (On Hold)
  • Ruang Kosong
  • [Yejeno] My Roommate is An Idol ; End✔️
  • 'ɪɴ ᴍʏ ᴅʀᴇᴀᴍ...~𝙹𝚎𝚗𝚁𝚒𝚗𝚊 (𝐂𝐨𝐦𝐩𝐥𝐞𝐭𝐞𝐝) ✅
  • Eshal Renjana (Lengkap)✔
  • FIRE ALARM!!!
ENIGATA

Yoona dan Boora, dua sahabat karib dengan impian setinggi langit: kuliah di Universitas impian Korea Selatan. Yoona yang penuh semangat dan prestasi, namun kondisi ekonomi keluarganya membuat mimpi itu terasa jauh dan sulit ia gapai. Sementara Boora, meski berasal dari keluarga kaya bergelimangan harta, sering meragukan dirinya karena nilai akademiknya yang biasa saja. Tak ingin menyerah dengan keadaan, Yoona mengajak Boora bekerja paruh waktu untuk membiayai bimbingan belajar ke luar negeri. Akhirnya mereka diterima sebagai petugas kebersihan di rumah sakit besar. Hari-hari mereka diisi dengan lelah, bau obat, dan tatapan meremehkan seusai jam sekolah selesai, tapi semangat mereka tak padam. Mereka percaya bahwa setiap rupiah yang dikumpulkan akan membawa mereka ke gerbang Universitas Korea Selatan. Akankah Yoona dan Boora mampu bertahan dan mewujudkan impian mereka untuk menginjakkan kaki di bangku kuliah di Korea, ataukah kerasnya realita akan memaksa mereka untuk mengubur mimpi itu dalam-dalam?

More details
WpActionLinkContent Guidelines