We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Unreachable

Unreachable

  • WpView
    Reads 71
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 7, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Realita tak seindah ekspetasi." Ungkapan yang selalu jadi tamparan untuk banyak orang, termasuk Aura. Berbagai hal yang terjadi dalam hidupnya tak pernah sesuai dengan yang diharapkan. Namun, Aura percaya bahwa apa yang tak tergapai olehnya adalah rencana Tuhan, supaya ia mendapatkan yang lebih baik lagi. Lambat laun kepercayaan itu sirna, karena ia tak sama sekali mendapatkan ganti. Lalu apa yang akan terjadi, jika akhirnya Aura berputus asa. Keajaiban mungkin segera tiba, namun masihkah Aura bersabar hingga masa itu ada. Ataukah rasa lelah semakin merasuki hingga hanya ada kata menyerah? Kita hanya bisa berucap, "Semoga." Ini kisah yang biasa, tetapi semoga membawa makna yang berharga.
All Rights Reserved
#43
pm
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • REKSA: The Last Bell
  • Naura & Lukanya
  • Brave Alone
  • Waktu?
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Gus Zidan My Husband [SUDAH TERBIT]
  • SEMESTA YANG KU CARI
  • Tasbih Pembawa Jodoh

Reksa adalah seorang remaja pendiam yang selalu merasa asing di antara keramaian. Masa lalunya dipenuhi luka yang sulit dilupakan, meninggalkan jejak trauma yang membuatnya enggan membuka diri kepada siapa pun. Baginya, dunia terasa seperti labirin tanpa pintu keluar-terjebak dalam bayang-bayang masa lalu yang menghantuinya setiap saat. Namun, segalanya mulai berubah ketika ia memasuki SMA dan bertemu dengan sekelompok teman yang perlahan mengisi celah kosong dalam hatinya. Mereka tidak hanya hadir sebagai teman sebatas kata, tetapi juga sebagai cahaya yang menerangi sisi gelap yang selama ini ia sembunyikan. Dengan perlahan, Reksa mulai menemukan keberanian untuk keluar dari cangkangnya. Ia belajar bahwa tidak semua orang akan menyakitinya, bahwa ada tangan yang siap meraih dan hati yang tulus menerima. Di tengah canda tawa, konflik, dan perjalanan emosional yang mereka lalui bersama, Reksa mulai memahami bahwa masa lalu tidak harus menjadi belenggu. Perjalanan ini bukan tentang melupakan luka, tetapi tentang menerima, berdamai, dan melangkah maju. Dan di sinilah kisahnya dimulai-tentang seorang anak yang pernah hancur, tetapi menemukan kembali dirinya di antara orang-orang yang peduli.

More details
WpActionLinkContent Guidelines