Conflate (ON HOLD)

Conflate (ON HOLD)

  • WpView
    Reads 52,645
  • WpVote
    Votes 3,161
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 25, 2015
WpInfo
Fiction
Romance
"Perjalanannya udah mencapai tujuan. Pencariannya udah berakhir. Tapi ga dengan misteri tentang dia yang taunya masih banyak yang gue belum tau.." - Jennifer "Six years passed since the first day I met her. And not a single day I can gettin' her out of my mind. And almost a year passed since she knew it was me. And it was her. But not a single day too I can stop wondering what's really on her mind.." - Landon Jen pernah merasakan bagaimana hidupnya berantakan sebelumnya. Mengetahui sederet fakta yang sebelumnya disembunyikan oleh orang-orang di sekitarnya darinya, tentang hal-hal yang tak pernah sekalipun melintas dalam pikirannya - kematian.. apa yang tanpa sadar telah dia perbuat kepada cowok yang dulu dia kagumi.. perjalanan mimpi.. - membuat Jen lebih dari cukup untuk tau kalau dia tak akan bisa melewati semua itu dengan gampang kalau saja Landon tak ada di sisinya waktu itu. Landon. Satu nama yang selalu cukup untuk membuat semuanya terasa menjadi lebih baik untuk Jen. Tapi ketika jarak, waktu, dan mungkin bahkan masa lalu tau-tau muncul tanpa peringatan, masih kah semuanya akan tetap terasa baik-baik saja? Masih kah semuanya akan tetap baik untuk mereka berdua? - sekuel dari The Dream Traveller - *** Read, Comment, Vote. Thank you!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Remember Me As A Time of Day✅
  • Promise(JENLISA)
  • you still haven't come? ( END )
  • Cooking and Me
  • I Can't Feel My Face
  • King of Demigod : Into The New World
  • My Unexpected Life✔

Tidakkah kau rasakan waktu berlalu begitu cepat? Ia hampir saja membuatku melupakan satu hal yang paling menyakitkan tentang dirimu. Tentang kau yang tiba-tiba hilang seakan ditelan bumi. Tentang lenyapnya impian yang pernah kita rangkai bersama. Hidup bahagia dalam bahtera rumah tangga. Dan membangun sebuah keluarga kecil yang bahagia. Bahkan semua itu telah kita susun sedemikian apik dan terlaksana sesuai harapan. Namun ternyata kenyataan menamparku dengan kepergianmu. Kehidupan kita yang aku damba-dambakan sekarang hanya menjadi sebatas imajinasi. Sejak kepergianmu tak ada satu haripun yang aku lewati tanpa memikirkanmu Berulang kali ku paksa memoriku untuk memutar deretan hari yang kita lewati bersama kedua buah hati kita sebelum kepergianmu itu, berharap aku bisa menemukan jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan yang menghantuiku. Namun tak ada satupun dari rentetan kenangan itu yang menjawab kegelisahanku. Sampai akhirnya waktu, benar membuatku terbiasa. Mencoba menghapus semuanya meski seringkali dadaku sesak karena tangis yang tak bisa kulepas. Dan kini sudah dua tahun kisah kita berakhir tanpa kata pisah Dan takdir seolah mempermainkanku dengan mempertemukan kita kembali secara tidak sengaja Kau masih sama, tidak ada yang berubah Kau masih seperti sosok yang dulu membuatku jatuh hati Tapi yang membuatku terpukul adalah Tuhan merenggut ingatanmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines