Arlsan : Virtual memories

Arlsan : Virtual memories

  • WpView
    OKUNANLAR 4
  • WpVote
    Oylar 2
  • WpPart
    Bölümler 1
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Per, Eyl 2, 2021
WpInfo
Kurgu
Aksiyon ve Gerilim
Etiketlernaif
Arslan, seorang yang selalu di penuhi dengan luka luka fisik maupun hati. terlahir dari keluarga yang kurang berkecukupan, mempunyai 2 kakak dan 1 adik Arslan tidak menyukai keributan, kebisingan, kermaian, dia ingin hidup damai dan tenang Arslan adalah seseorang yang nolep/ no life tidak hidup dia pendiam, canggung, tidak percaya diri, dan dia naif hingga suatu hari di bertemu dengan seseorang yang merubah hidup nya dari pendiam jadi periang, berani, percaya diri, dan lebih hidup akan tetapi kenaifannya semakin menjadi jadi. Arslan tersenyum melihat langit dan berkata "aku tidak akan menyerah, aku tidak akan menarik kata kataku aku janji aku tidak akan pernah lari apapun yang terjadi aku tidak akan lari." dia terus memandang langit malam yang di penuhi bintang.
Tüm hakları saklıdır
#73
naif
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • Jovanka dan Abang Kembar
  • Mysterious prince and Cinderella ✔️
  • Embrace again, Arnan
  • Anak Angkat & Keluarga Posesif
  • Di Balik Nama Kakak
  • Aranista
  • Red string theory
  • Angkasa dan Cerita

Hendra dan Narendra Dewantara terlahir dengan beban yang tak mereka mengerti. Sejak kecil, mereka harus mendengar bisikan-bisikan bahwa mereka adalah anak pembawa sial. Namun, di balik semua itu, mereka masih memiliki kasih sayang dari kedua orang tua mereka-setidaknya hingga bayi kecil itu lahir. Jovanka, adik bungsu mereka, hadir ke dunia dengan membawa perubahan besar. Kehadirannya mengubah segalanya. Orang tua mereka, Dewantara dan Cinthya, yang dulu begitu menyayangi mereka, perlahan menjauh. Semua perhatian, semua kasih sayang, semua harapan yang dulu diberikan untuk mereka, kini hanya tertuju pada satu sosok-Jovanka. Hendra dan Narendra tumbuh dengan kebencian yang tak mereka pahami. Bagi mereka, Jovanka adalah alasan mereka kehilangan orang tua. Bayi mungil itu adalah penyebab semua kehancuran. Maka, tanpa sadar, mereka ikut menjauh. Mereka membiarkan adik mereka tumbuh sendirian dalam dingin, tanpa pelukan hangat seorang kakak. Namun, waktu mengajarkan mereka banyak hal. Perlahan, kebenaran terungkap. Luka yang selama ini mereka kira milik mereka saja, ternyata juga terukir dalam diri Jovanka. Dan saat mereka menyadari itu, sudah terlambat. Adik mereka telah berjalan terlalu jauh dalam gelap, terjebak dalam luka yang tak pernah mereka lihat. Kini, di antara penyesalan dan keinginan untuk menebus segalanya, Hendra dan Narendra berjanji. Mereka tidak akan membiarkan Jovanka menghadapi semuanya sendirian lagi. Tidak peduli berapa banyak duri yang harus mereka lalui, tidak peduli seberapa terlambat mereka menyadarinya-mereka akan memastikan adik mereka tidak lagi merasa sendirian. Namun, apakah cinta dan penyesalan cukup untuk menyembuhkan luka yang telah terukir begitu dalam? Ataukah semua ini sudah terlambat? Karena tak peduli seberapa besar keinginan mereka untuk melindungi, pada akhirnya hanya ada satu pertanyaan yang harus dijawab: apakah seorang pangeran yang telah kehilangan mahkotanya masih bisa menemukan rumahnya?

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi