Berbeda?

Berbeda?

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 2, 2021
ON GOING!! bagaimana perasaan kalian saat sudah nyaman dengan seseorang tapi, di patahkan oleh kenyataan bahwa kalian tidak akan bisa bersatu. Akan kah kalian mengikhlaskan atau malah berjuang? sepertinya percuma kalau berjuang. Disini aku tidak mau ada yang merebut dari tuhannya. Sama hal nya yang dialami seorang Clarissa Alvallide. Dia harus merelakan seseorang yang amat dicintainya bersama orang lain. Karena memang dasarnya dia tidak akan pernah bersatu sampai kapanpun. sakit? pasti. siapa yang tidak sakit hatinya saat merelekan orang yang kita sayang. Bagaimana kelanjutan ceritanya? aku ga tau biar tuhan yang menentukan ________________________________________________________________________________________________________________ follow author yaww!! happy readingggg jangan lupa meninggalkan jejak vote dan komen. makasihh!! Tuhan tidak pernah salah menjatuhkan cinta kepada setiap umatnya, perbedaannya hanya aku dan kamu saja yang berbeda. Hanya itu. Tuhan memang satu, kitalah yang berbeda. -R
All Rights Reserved
#564
cintabedaagama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dilarang Jatuh Cinta! 2
  • Saya Mencintaimu Karena Allah [Sudah Terbit]
  • Luka & Lara (Completed)
  • antara sajadahku atau salibmu
  • DIFFERENT[Completed]
  • Fight Together [REVISI]
  • Kita Yang Tak Sama [END]
  • Till I Meet You
  • Merayu Di Sepertiga Malam
  • di akhir perang

WARNING!! BERISI KONTEN SENSITIF, DIHARAPKAN TIDAK TERBAWA OLEH EMOSI YANG BERLEBIHAN KETIKA MEMBACA BAGIAN YANG MENYEBABKAN GEJOLAK EMOSIONAL. . . "Hanya ada dua pilihan ketika menjalani cinta beda keyakinan, ganti Tuhan atau ganti pacar. Sesungguhnya Tuhanku dan Tuhanmu adalah satu, namun tetaplah berbeda dalam pandangan dunia yang luas." Sejujurnya, aku masih menyayangi kamu, Sam. Kita harus berjarak hanya karena perbedaan agama. Saat aku ke masjid, tujuanmu adalah gereja. Aku menggenggam tasbih, kamu menggenggam rosario. Aku membuka Alquran, kamu membuka Alkitab. Aku melantunkan shalawat, kamu menyanyikan pujian. Kita saling mencintai dan menyayangi, namun kita memanggil nama Tuhan dengan sebutan yang berbeda. Aku mencintai dan menyayangimu, Sam. Tetapi, apalah dayaku? Coba tanyakan pada Tuhanmu, bolehkan aku yang bukan umatNya mencintaimu? Apakah Tuhanmu akan marah bila aku mencintai dan menyayangimu? Lanjutan dari novel yang sebelumnya, dengan judul yang sama pula. Tidak melayani perdebatan soal agama..

More details
WpActionLinkContent Guidelines