Rei selalu memperhatikannya setiap jam istirahat, dikelilingi teman-teman ularnya yang pastinya tak akan ragu untuk mengkhianatinya begitu mereka terdesak. Ai hanya duduk dan tersenyum dengan segala kehangatan buatan yang menyelimutinya. Rei selalu bermimpi untuk menyelamatkan Ai dari hidup yang menyedihkan itu. Ia merasa berutang pada Ai, hanya karena ia muak melihat semua kegaduhan menyebalkan itu. Tapi, suatu hari ... perasaan ingin menyelamatkan itu berubah menjadi keinginan yang tak terduga. Perasaan untuk menggenggam tangan Ai, melarikannya dari dunia nyata dan menenggelamkan segala kepalsuan. Rei ingin memberi Ai sesuatu yang "sepadan", tapi ia pun belum tahu itu apa.
Karagdagang detalye