Our Story

Our Story

  • WpView
    LECTURES 8
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication jeu., sept. 2, 2021
Kamu indah. Kamu indah meski aku tak pernah sempat memilikimu. Kamu baik meski bukan hanya padaku saja. Bahumu kokoh meski aku tak pernah menyandarkan kesedihanku disana. Tapi, Aku senang Aku senang namamu masih sempat mengisi benakku. Aku senang meski rasaku tak pernah mendapat balasan. Aku senang meski hanya mendapat balasan pesan singkat darimu beberapa kali. Aku senang mengetahui dirimu. Maaf aku harus mengenang dirimu dengan cara seperti ini. Aku ingin dunia tahu bahwa pria sepertimu itu ada, bahwa cerita kita juga ada meski tak sempat menjadi cerita yang utuh. Tapi akan aku akhiri sekarang, akan aku buat utuh cerita itu, akan aku selesaikan sisa cerita kita yang tak pernah terceritakan. Disinal kita, cerita yang tak pernah menemukan temu.
Tous Droits Réservés
#6
alingga
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • INI CINTA BUKAN BENCI
  • Love In Paris (COMPLETED)
  • DAVARA
  • NISKALA CINTA [END]
  • My Perfect BoyFriend
  • (Not) A Dream School (On Going)
  • SINGKAT
  • Ms. Moody & Mr. Arogan[STILL ON PROGRESS]
  • DRABIA [END]

"Seharusnya ini cinta bukan benci tapi kamu sendiri yang membuat cinta ini menjadi benci, Masa masa itu masih tajam di ingatanku kak, disaat kita saling sembunyi dalam ego kita masing - masing. Aku tahu kamu masih mencintaiku, tapi kamu tidak bisa jujur dengan hati kamu sendiri... Entah apa yang kamu pikirkan, aku nggak perduli. Sekarang semua telah berubah. Aku hanya mengenalmu dengan sikap dan tatap saja. Tak pernahkah terlintas di pikiranmu tentang aku? Sejujurnya aku rindu, tapi untuk apa. Kamu takan mengerti. Aku harap dapat pergi dari keadaan ini. Ya, mungkin tak sanggup karna satu kesalahanku, mencintaimu terlalu besar..." Ujar Aira kepada pria yang ada dihadapannya itu. Rafy hanya terdiam seribu bahasa, semua perkataan Aira membuatnya berpikir. "Sekarang, lebih baik kamu pergi. Aku udah nggak perduli. Kamu ingin tahu kan isi hatiku? Itu isi hatiku" Aira pergi berlari menjauh dari Rafy. **** *Guys.. Jangan lupa dibaca ya ceritaku, maaf kalau masih ada salah salah kata. Maklum, masih baru* 😊😊

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu