We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Tentang Dewa

Tentang Dewa

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 24, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Untukmu yang saat ini terluka karena sebuah singgah, untukmu yang saat ini pilu karena sebuah rindu, dan untukmu yang harinya begitu sendu karena sebuah temu. Sungguh, itu bukan hal yang mudah. Seberapa kuat dan seberapa sakit sesak yang bergejolak di dadamu, seberapa banyak air mata yang keluar dari matamu tak ada yang kan mengerti selain rindumu terbalaskan oleh temu. Bagaimana mungkin segala kenangan; kala dia menyeka air matamu, kala dia menggenggam jemari mu, kala dia mengelus rambutmu masih jadi sebuah candu untuk bertemu. Bagaimana mungkin segala rindu yang membuatmu merasa sakit masih ingin merasakan peluk dan kecupan hangat dari nya? Ini adalah kisah tentang Aya, yang mencoba menyembuhkan segala luka dan melupakan serpihan masa lalu akan kenangan biru tentang nya. Melupakan segala rasa tanpa ada penantian yang melanda. Namun, lagi lagi takdir mempermainkan nya. Setelah luka nya mulai kering, bagaimana mungkin kembali dipertemukan denga dia, sesosok lelaki yang membuatnya benci akan cinta.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • A Frozen Flower (TAMAT)
  • Zero-sum Love [FIN]
  • Cerita Tentang Kita
  • Kesempatan Kedua Mengubah Masa Depan
  • SERIBU SISI ORIGAMI [COMPLETED]
  • Arion (End)
  • Denaya : Tahanan Masa Lalu "The Search Of True Love And Trauma Healing"
  • Perihal Waktu [ REVISI ]

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines