Sajak Asmaraloka

Sajak Asmaraloka

  • WpView
    Lecturas 572
  • WpVote
    Votos 167
  • WpPart
    Partes 24
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, mar 5, 2023
WpInfo
Poesía
"Ini bukan cerita! Melainkan sebuah untaian kosakata dalam beberapa bait penuh makna." ___ Sinopsis : Dalam buku berjudul 'Sajak Asmaraloka' ini berisi puisi-puisi curahan hati; perihal rindu menggebu, lara mendera, tikaman kenangan dan banyak lagi lainnya. Perasaan mendominasi hati yang dirasa penulis terpapar jelas dalam tiap baitnya. Ada yang setiap aksaranya bersimbah air mata, ada pula yang tertuang akibat gelak tawa bahagia. Puisi-puisi ini terpaku oleh rima, karena agar tiap lariknya sedap 'tuk disantap (dibaca), meski terkadang ada kalimat yang cacat logika. Namun, begitu tidak mengurangi makna dari puisi itu sendiri.
Todos los derechos reservados
#234
aksara
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Shubuh Itu Terbit dari Sepasang Matamu
  • Kita dan Asa akan Harsa
  • Mati Lebih Lama, Hidup Selamanya
  • Diam
  • Air Mata Cinta
  • Sajak Rasa Tentangnya Yang Istimewa
  • Ruang Kosong di Antara Jingga
  • Faraday's Cage
  • Aksara Tak Bertuan

Abdurrahman ialah seorang pemuda yang gigih, cerdas, dan berakhlak mulia. Lahir dari keluarga yang amat sederhana. Menghabiskan sebagian besar perjalanan kisahnya di sebuah pondok pesantren yang amat bijak perangainya. Pada suatu ketika yang teramat rahasia kisahnya, mawar tiba-tiba saja tumbuh dalam hatinya. Hanya setangkai, namun sekebun sekalipun akan mabuk akan keharuman mawar itu. Mawar itu ialah sebagai rumah bagi satu nama santriwati. Gadis yang lembut, cerdas, berkepribadian tinggi, serta berakhlakul karimah. Perihal cinta, terkadang memang selalu seperti bayang-bayang. Dan begitu juga yang Abdurrahman rasakan dalam perjalanan hidupnya. "Oh, Laila. Inikah cinta. Tahukah kau. Aku sering tiba-tiba merasa hujan datang, meski malam terang benderang". Kisah ini akan tertuju pada satu nama utama yaitu Abdurrahman, tentang perjuangannya dalam mewujudkan segala cinta serta cita-citanya. . Terang terbit, dari sesungging senyum, yang meredam api, jadi tumpukan arang-arang. Selamat membaca, semoga berbahagia.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido