Pelangi [ON GOING]

Pelangi [ON GOING]

  • WpView
    Membaca 805
  • WpVote
    Vote 402
  • WpPart
    Bab 8
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Okt 9, 2021
"SEKERAS APAPUN LO MENYANGKALNYA, LO AKAN TETAP MENJADI SEORANG PEMBUNUH DI MATA GUE!!" "Lan, seandainya di hari itu keluarga gue baik-baik aja. Mungkin kejadian ini nggak akan pernah terjadi." "HALAH BULLSHIT!!!" ••• "Kecewa membuat rasa cinta itu menghilang dalam satu helaan nafas. Dan semuanya berganti dengan rasa dendam yang sangat menyakiti ku." "Ketika jantungku tidak berdetak lagi. Disitu semua kesalahpahaman ini selesai. Ini janji ku, kau dengar?" •••
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#25
boxing
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • about us and him ✔️
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • RadenRatih
  • Strong Girl Michella (END)
  • Bersamamu
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • VINDEYLI
  • KEPERGIAN SENJA

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan