
Bersamamu, mengajarkanku bentuk bahagia yang palsu. -Nadira Aqueenza Anastasya. ____________________________________________________ Ketika kisah hidupnya selalu dikelilingi derita dan air mata, di tuntut untuk serba bisa. Nadira hanya akan tersenyum selebar yang ia bisa, seceria yang ia bisa pula. Padahal dibalik itu semua, ada luka yang menggerogoti jiwa dan fisiknya. Kehilangan kasih sayang kedua orang tua sekaligus kedua saudaranya, membuat rumah yang seharusnya menjadi tempat berpulang ternyaman di dunia beralih fungsi menjadi neraka tempat tujuan terakhir orang - orang yang berbuat dosa. "Disatu sisi, Dira pengen banget dipeluk sama Tuhan. Tapi disisi satunya lagi Dira belum sanggup buat tinggalin Bunda, Ayah, Abang, Nadine apalagi Gilang. Ya,.. walaupun mereka adalah orang yang berlomba-lomba buat ngehancurin Dira. Tapi Dira sayang banget sama mereka. Dira harus apa Tuhan?, Dira cape, tapi Dira belum siap buat pergi sejauh itu."All Rights Reserved
1 part