Tak Semuda Kata || On Going ||

Tak Semuda Kata || On Going ||

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 14, 2021
Semakin hari semuanya semakin berat untuk di lalui. Entah aku yang tak pandai bersyukur, atau memang semesta terlalu kejam dalam perannya. Semuanya semakin tak teratur. Jam makan yang tak pernah lagi tepat. Waktu tidur yang semakin hari semakin berkurang. Rasa takut yang setiap hari datang menghampiri. Ini memang aku yang sedang diuji? Atau memang aku yang benar-benar tak pandai menikmati? Mereka bilang kita harus berdamai dengan masa lalu. Dan aku menjawab, semuanya tak semudah kata. Ini tentang aku di masa kini, masa lalu, sedangkan masa depan? Entahlah, aku sendiri tak yakin masih mempunyai masa depan. _Ren Jika ingin memposting semua kata-kata yang terdapat pada cerita ini mohon jangan hilangkan dan tetap cantumkan nama _Reeha_Ran Terimakasih. Semoga kita semua selalu bahagia Aamiin.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Setia Di Hati (Selesai)
  • Full Of Scratches
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • KARAFERNELIA
  • DIARY DEPRESIKU
  • Eliinaa
  • Revenant: Kuntilanak Penyelamat
  • Jejak Luka Di Bawah Langit Senja

#MantanSeries Bila orang bilang hal yang paling berpengaruh itu adalah perpisahan tanpa pesan, maka aku tidak menyetujuinya. Sebab, bagiku yang paling mempengaruhi bukan perpisahan tanpa pesan akan tetapi pertemuan kembali setelah perpisahan tanpa pesan. Dan hal itu, sangat berpengaruh pada cerita yang sudah dianggap selesai tapi kenyataannya belum. Dan kisah ini, sejujurnya aku tak ingin mengulanginya sebab ketika kenangan yang sudah berhasil dikubur mencuat kembali akan membawa cerita yang berbeda dengan kenyataan yang sempat diharapkan. -Setelah sekian lama kita tidak berjumpa. Aku kini mulai berpikir, apa yang harus kulakukan jika kita dipertemukan kembali. Haruskah aku menyambutmu dengan pelukan hangat ataukah kusambut dengan derai air mata kerinduan. Dan ternyata, setelah sekian lama. Kala waktu kita bertemu, ternyata kita bagai dua orang asing yang saling mengenal.- ----> Mawarmay Kediri, 23 September 2019 Cerita ini hanya fiksi semata, apabila ada kesamaan tempat, nama tokoh, kejadian dan beberapa hal yang mungkin terasa tidak asing maka ini hanya imajinasi dari penulis yang tertuang dalam kata. Jadi mohon dimaklumi atas unsur ketidakpastian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines