Katakanlah aku harus move on dari segala kekusutan ini... Maka akan kukatakan " Andai dapat mengulang waktu, aku tak ingin mengenalmu, Justin. "
Kenyataan adalah sebuah lukisan besar yang kadang tak dapat dimengerti alirannya. Kadang sebuah sketsa hitam putih lebih berharga daripada apapun karena ada momen terstempel di situ.
Kisah ini tentang Justin, dimulai saat ia berusia awal 20an, labil, terperangkap dalam zona nyaman yang diciptakan keluarganya, dan kurang percaya diri walau berprestasi di cabang olahraga futsal. Juga tentang Via, yang dimulai saat ia berusia 35 tahun, single, masih memendam trauma hubungan masa lalu, dan merupakan potret seorang yatim piatu yang mandiri walau dibesarkan dari sebuah panti asuhan. Mereka bertemu, berbenturan dengan banyak permasalahan, namun mengantar mereka menjadi pribadi yang lebih baik.
Maka bila kisah ini begitu masif, pahamilah karena di sini Justivia menemukan identitas dan mimpi masing-masing lewat hempasan, ayunan, dan belitan cerita kehidupan.
Mungkin kamu juga begitu.
Happy reading...
Nyata senyata-nyatanya, juga halu sehalu-halunya.
Ini adalah kisah asli perjalanan aku selama sekolah memakai seragam putih abu-abu dan bertemu dia. Dia membantu merubah diriku menjadi sangat berarti dan diperlukan, dia juga menjadi orang yang sangat penting setelah keluargaku. Dirinya bisa saja membuatku menjadi tidak ragu dan menjadi sangat percaya diri, dia membantuku agar aku selalu optimis dalam mengejar apa pun. Selalu terjadi konflik dalam hal apapun, keluarga, teman, dan dengan dirinya. Aku ingin hidup dengan dia selamanya.
"Aku tidak akan muda mencintai dan mengenal wanita baru, lebih baik menyendiri untuk sekarang ini."
Disinilah kisah ku dan dia dimulai.
Mulai : 10 September 2020