OMBAK & DAUN

OMBAK & DAUN

  • WpView
    LETTURE 470
  • WpVote
    Voti 79
  • WpPart
    Parti 10
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione mer, apr 5, 2023
Bagaimana jika pernikahan terlaksana karena satu permintaan terakhir dari sang nenek? Kedua manusia yang saling tidak mengenal satu sama lain harus terikat dalam sebuah hubungan pernikahan. ° "Nenek titip Ombak, tolong jangan pernah buat Ombak merasa sendiri, temani dia selayaknya teman sejalan mu. Nenek mohon sampai akhir, jangan sementara." ° "Jangan pernah merasa kamu gak punya siapa-siapa kak. Kamu masih punya aku." ~Daun Anetta~ "Gue kangen semuanya, gue boleh peluk elo kan?" ~Ombak Albasia~ ° Mari masuk kedalam imajinasi Ombak dan Daun. Ombak yang ditinggalkan. Daun yang tak diinginkan. Keduanya bersatu karena takdir, untuk saling menguatkan.
Tutti i diritti riservati
#420
lugu
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • KANKSA
  • Apakah kamu ingin menikahiku?
  • Jiwa yang Tertukar (TAMAT)
  • May I Love You?
  • Love And Hurts (SELESAI)
  • Sang Juragan (Gibran Danuarta) 21+
  • Nikah Muda
KANKSA

CERITA SUDAH TAMAT DAN MASIH LENGKAP, SILAKAN DIBACA!!! WARNING!!! UNTUK DEWASA 21+++ BIJAK DALAM MEMILIH BACAAN ----------+++++------------ "Pokoknya kalau kita udah nikah besok, kita nunda punya momongan dulu ya, aku mau pacaran dulu sama kamu," ucap Bima sambil memegang tangan Luna, pacarnya. "Nggak boleh gitu sayang, namanya nikah salah satu tujuannya itu ya punya keturunan," jelas Luna. "Kan aku bilangnya nunda, bukan tidak mau punya," Bima masih tetap pada ucapan awal. "Tetap tidak boleh, diralat buruan, dikasih cepat Alhamdulillah, ditunda ya tetap Alhamdulillah, pamali tau mendahului takdir," Luna jadi was-was. "Gitu ya, habisnya aku masih pengen banget berdua sama kamu sayang," Bima semakin intens menggenggam tangan Luna. "Iya sayang, kamu pulang dulu gih, nanti dicariin Umik." "Sini dulu dong," Bima merengkuh pinggang Luna supaya lebih dekat. Tangannya aktif mengangkat dagu Luna, mau tidak mau kedua mata bertemu. Saling berpandangan dan saling mendamba. Sebelum setan berhasil menguasai akal pikir, Luna buru-buru sadar. Melepas pelukan Bima yang sorotnya menahan sesuatu. Luna tersenyum, memberikan gestur angka satu yang dia tempel di bibir Bima, "sabar sayang." "Luunn, nikah yukkkk," ucap Bima. * Makanya kalau ngomong tuh yang baik-baik. Meskipun tidak serius, tapi alam semesta mendengar apa yang sedang manusia bicarakan. Bahkan sampai usia pernikah berjalan delapan bulan, Alunan dan Bimasena masih belum menggendong buah cinta mereka berdua. Dan orang tua masing-masing mulai resah.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti