Menurut kalian aktivitas apa sih yang seharusnya dilakuin oleh remaja perempuan di umur 15 tahun??
belajar? bermain? nongkrong sama temen? atau apalah itu semua.
Tapi itu semua jauh berbanding terbalik dengan Aqilla Anindira atau yang biasa dipanggil qilla, gadis yang selalu di siksa melakukan ini itu dan segala macam tuntutan dari keluarga.
Gadis biasa, sederhana yang selalu dituntut untuk menjadi sempurna. Semua keluarga menuntunya harus nilai yang bagus, nilai rapot yang tinggi, harus jadi juara kelas, harus bisa mendapatkan sekolah yang terbaik, tapi darii sisi lain juga dia di tuntut harus kerja rumah, membantu orang tua, mengurusi adik, dan lain semacamnya.
Coba kalian bayangkan se-tertekan apa dia, selalu di tuntut untuk menjadi sempurna, coba kalian bayangkan dimana anak-anak seusianya yang harusnya belajar, bermain, dan bersenang senang malah tersiksa seperti ini.
Dia yang harus bisa membagi waktu antara beberes rumah, belajar, mengurus adik, dan lain-lain.
~Inilah kisah Aqilla Anindira~
selamatt membacaaa gaess, maklum ya kalo banyak fyp atau kurang berkenan soalnya aku baru² belajarr, jangan lupa semangatin aku lewat vote and komen yaaaa
jangan lupa yaaa follow ig aku @vika.andiani
😊😊😊
'Aku cuma butuh "rumah pulang" aku capek mikir aku capek berjuang aku capek... Tapi aku cuma bisa nangis dan memeluk diriku sendiri , sampai rasa sakit kepalaku mulai sangat terasa .. aku fikir mati akan mengakhiri penderitaan ini , tapi bagaimna adikku? Bagaimana ayahku? Bagaimana kakakku? Aku tidak bisa melihat mereka sedih'. Begitulah tulisan seorang gadis yang sedang mengetik di atas keyboard nya.
" Bahkan ibuku bukan tempat untuk aku pulang " gadis itu mendongakkan kepalanya yang terasa nyeri sambil menghembuskan nafas dari bibirnya
" Aku capek bee... Aku capek dan semua orang tau seberapa menyedihkannya diriku" kedua gadis itu berpelukan, satu diantaranya melepaskan pelukan itu
"lo itu egois lis!"
"gw gk egois.."
"lo terus terusan merasa klo lo yg paling sakit padahal nggak!"
"hehee lo nggak bakal ngerti! Kalian gk bakal ngerti karna kalian gk ngerasain jadi gw.."
Nadia alisa seorang gadis berusia 17th yang merasa dewasa sebelum waktunya dan merasa sendirian k etika kehilangan seseorang yg sangat disayanginya.
"aku kangen banget. Jemput aku.. Nek"
Cerita yang penuh emosi masalah keluarga cinta dan depresi
Ceritanya mentok sama si cewek karna ini cerita saya sendiri yaa tapi full banyakan realita daripada halunya maklumin ajalah yaa sekalian curhat hehee