Like The First Snow

Like The First Snow

  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 15, 2021
Cerita ini terinspirasi dari salah satu drama Korea. Jika terdapat kesamaan jalan cerita mungkin itu sesuatu yang di sengaja. Sejak awal Azalea Agista Lee (Gista), sudah mengingatkan diri untuk tidak berurusan dengan keluarga Tjejakusuma, terlebih dengan seorang Regan Dione. Namun, suatu peristiwa pembunuhan membuatnya harus berurusan dengan sosok Regan, terjebak dalam ketidakadilan dunia dan harus menebus kesalahan yang tidak sama sekali ia lakukan hanya demi sebuah kata 'Ikatan Kekerabatan'. Sementara Regan hanya tahu jika perempuan itu-lah pelaku pembunuhan adiknya-Brian. Regan bersumpah akan menghancurkan hidup perempuan itu, sama persis seperti perempuan itu menghancurkan keluarganya.
All Rights Reserved
#6
hurtromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TEMARAM (COMPLETED)
  • don't get into the trap 2
  • MISS ANTAGONIS WANT TO BE SIDE KICK! (Tamat)
  • 🌷Lady Rose🌷
  • INTERCONNECTION
  • Silence In Their Minds

Renjana. Gadis cantik yang pernah bermimpi untuk menjadi seorang princess bersanding dengan seorang pangeran dan tinggal di sebuah istana sama seperti tayangan yang selalu ia tonton. Namun sayang ia sedang tidak hidup di negeri dongeng. Ia dilahirkan di dunia yang kejam, yang memaksanya untuk menelan satu persatu realita pahit yang jauh dari seluruh mimpi dan harapannya. Hingga suatu ketika saat ia sudah berhasil melupakan impiannya yang begitu sempurna, bertemulah ia dengan seorang laki-laki yang berhasil membuatnya jatuh cinta. Seseorang yang mampu memberi warna baru bagi hidupnya yang kelabu. Tetapi apakah benar itu bahagia yang ia cari? Apakah dunia yang kejam ini mengijinkannya untuk membangun dongeng sesuai dengan yang hatinya inginkan? Satu hal yang pasti. Bahagia tak pernah abadi dan kesedihan tak akan berlangsung selamanya. Maka seluruhnya tak selalu terus terang dan tak juga tetap gelap. Hanya temaram Cover by apgraphic_

More details
WpActionLinkContent Guidelines