S E B E N T A R

S E B E N T A R

  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 10, 2021
S E B E N T A R ... Grep Gadis tersebut memeluk sang Tuan muda, semua pelayan pun di buat melongo. Sekarang bukan lagi aura hitam tapi sudah berubah menjadi merah tanda bahaya. "Kak aku, datang." Ucapnya sembari melepas pelukannya. Sang Tuan muda memejamkan mata dan menarik napas sedalam-dalamnya. Huh... Gadis tersebut nyengir lagi, hei ayolah nanti gigimu itu kering. Mereka kini saling bersitatap, si gadis dengan mata bulat itu menatapnya dengan penuh pengharapan. "Boleh ya aku tinggal di sini." Lalu menunduk. "Kalo ga boleh aku balik lagi." Berbalik namun malah mendapat pelukan dari sang tuan muda. "Apa kabar Faira." Dengan nada lembut nan halus. 🎃
All Rights Reserved
#577
keren
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Matahari
  • The Unwritten Rule [21+]
  • VINDEYLI
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • THE NINTH
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • GUNFA
  • MAHESA
  • Hurt Love
  • ARENA
Matahari

Aditya Baskara benci ketika mengingat acara bunuh dirinya yang tak jadi karena dipergoki oleh seorang gadis cacat kaki bernama Arunika Ahana. Terlebih lagi dengan ucapan sarkas gadis lemah itu. Setelah kejadian itu, Arunika masuk ke dalam daftar jajaran orang yang harus Baskara jauhi. Tapi di kemudian hari, Baskara dengan tak ada harga dirinya malah memohon Arunika untuk memeluknya ketika astraphobia-nya kambuh. Baskara agaknya sudah semakin gila ketika tanpa sadar tiap malam ia selalu rindu akan pelukan Arunika. Sehaus kasih sayang itu kah dirinya? "Itu air buat gue, 'kan?" "Bukan. Ini buat Arvi." "Arvi?" Baskara tersenyum kesal, menatap tajam Arunika. Dia menunduk mensejajarkan kepalanya dengan Arunika dan membawa tangan gadis itu menyentuh rahangnya. "Yang butuh perhatian itu gue, bukan Si Ingusan itu." "Kamu--!" "Gue haus, Aru--haus kasih sayang lo." 23. 08. 2024 [ Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang ]

More details
WpActionLinkContent Guidelines