(Puisi) Asmaraloka

(Puisi) Asmaraloka

  • WpView
    Reads 874
  • WpVote
    Votes 75
  • WpPart
    Parts 68
WpMetadataReadComplete Mon, May 9, 2022
Asmaraloka merupakan puisi-puisi tentang memori rasa, kisah, kasih, kesah, luka, bahagia, harap, kecewa, patah, dewasa, atau apapun sejenisnya kepada sosok-sosok yang pernah singgah ataupun kekasih yang hanya hidup dalam alam imajinasi. Asamaraloka juga puisi-puisi empati yang terinspirasi dari realitas cinta manusia lainnya di bumi yang -tengah atau telah- berjuang melawan kecamuk batinnya dalam hati. Puisi-puisi ini sebuah persembahan atas nama cinta yang bagaimanapun akhirnya akan tetap bermakna. Sajak-sajak ini serupa medium aksara dalam mendewasakan asa dan rasa. Asmaraloka merupakan kumpulan puisi dengan genre romantik yang di tulis sejak tahun 2014 hingga 2020.
All Rights Reserved
#747
puisi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • Rain And Tears [Proses Revisi]
  • ALTAR RASA | END ✓ |
  • Aksareya
  • My Poems!
  • INKONSISTENSI RASA (TERBIT)

Langit yang Tak Pernah Pulang Ketika langit bukan lagi tempat bernaung, tapi tempat berpulang. Angkasa Rayendra Mahatma tidak tumbuh dalam pelukan keluarga Cemara. Di usianya yang kedelapan, ia menyaksikan rumah tangga orang tuanya runtuh. Ibunya menjadi satu-satunya alasan ia bertahan, hingga takdir kembali merenggut-di usia dua puluh, ia kehilangan satu-satunya tempat pulang. Sejak saat itu, ia berjalan sendiri. Dengan luka yang membatu, dengan hati yang tak lagi percaya. Sosok yang dingin, cuek, dan tertutup. Tapi di balik semua itu, Angkasa menyimpan ketulusan yang jarang ditemui. Ia masih suka menolong diam-diam, memotret langit senja, dan menuliskan isi kepalanya dalam baris-baris rahasia yang tak pernah dipublikasikan. Ia tak percaya cinta lagi. Bukan karena tak ingin, tapi karena pernah dikhianati oleh yang paling ia percaya. Hingga suatu hari, sebuah DM sederhana dari seorang followers di Instagram-nya menjadi awal dari sesuatu yang tidak ia sangka. Seorang perempuan bernama Alya Nismara Pradipta-dengan tanya yang polos, dan perhatian yang pelan-pelan menyusup ke dalam retakan hatinya. Mampukah Angkasa belajar percaya kembali? Atau benarkah... langit memang tak pernah benar-benar pulang?

More details
WpActionLinkContent Guidelines