Ranjani

Ranjani

  • WpView
    LETTURE 46
  • WpVote
    Voti 17
  • WpPart
    Parti 4
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione lun, set 6, 2021
On going [ CERITA INI HANYA IMAJINASI DAN KHAYALAN SEMATA AUTHOR YA, JADI JANGAN MENYANGKUT PAUTKAN DENGAN HAL-HAL YANG MENGUNDANG KESALAHPAHAMAN DI DUNIA NYATA ]~✓ Betapa terkejutnya Ranjani setelah mengalami kecelakaan lalu lintas membuat dirinya tidak sadarkan diri. "apa yang telah terjadi, Kenapa aku tidak terlihat oleh orang-orang?". "Benar-benar tidak menyangka ini akan terjadi pada ku". "Dan kamu pria misterius yang selalu menghantuiku, ini ulah mu ya?". Bukan tanpa alasan Ranjani menyalahkan pria misterius di hadapannya, pria tampan dengan jas serba hitam itu yang terakhir kali ia lihat saat tersadar.
Tutti i diritti riservati
#53
priatampan
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Erlangga
  • Love Hate [END]
  • Im not alone
  • BASTARA DARA (SEASON II)
  • JATUH GAK CUMAN SEKALI
  • 𝐎𝐀𝐒𝐈𝐒 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐈𝐊𝐈𝐒?
  • BEDA DUNIA
  • TARGETNYA SALAH (TAMAT)
  • SELESAI (Say Goodbye)
Erlangga

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti