Ranjani

Ranjani

  • WpView
    Reads 47
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 6, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
On going [ CERITA INI HANYA IMAJINASI DAN KHAYALAN SEMATA AUTHOR YA, JADI JANGAN MENYANGKUT PAUTKAN DENGAN HAL-HAL YANG MENGUNDANG KESALAHPAHAMAN DI DUNIA NYATA ]~✓ Betapa terkejutnya Ranjani setelah mengalami kecelakaan lalu lintas membuat dirinya tidak sadarkan diri. "apa yang telah terjadi, Kenapa aku tidak terlihat oleh orang-orang?". "Benar-benar tidak menyangka ini akan terjadi pada ku". "Dan kamu pria misterius yang selalu menghantuiku, ini ulah mu ya?". Bukan tanpa alasan Ranjani menyalahkan pria misterius di hadapannya, pria tampan dengan jas serba hitam itu yang terakhir kali ia lihat saat tersadar.
All Rights Reserved
#5
priatampan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Im not alone
  • JATUH GAK CUMAN SEKALI
  • MAHESWARI  (selesai)
  • PENA ASMARA | TAMAT✅
  • 𝐎𝐀𝐒𝐈𝐒 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐈𝐊𝐈𝐒?
  • TARGETNYA SALAH (TAMAT)
  • Beetween Light & Ruin

semua murid di kelas riuh berbisik-bisik dengan teman sebangku.. tampan, cool, keren berbagai pujian yang aku dengar dari mereka membuat ku menatap menerawang kearah nya... tanpa sengaja dia melihat ke arah ku membuat ku tersentak kaget dan menunduk malu karna terpergok memperhatikannya. "hemm... kamu bisa duduk disana tsubasha-kun" kata sensei Miya mempersilakan duduk setelah menemukan kursi kosong di ujung baris paling belakang dekat pintu belakang kelas , terpisah lumayan jauh dari tempat ku duduk. *NB :setiap kelas memiliki 2 pintu keluar, di depan dan belakang* Kami mengikuti pelajaran dengan serius, bel tanda istirahat pun berbunyi.. seperti biasa murid pindahan baru akan menjadi mangsa buat anak-anak di kelas ini.. dia di kerumuni hampir semua anak perempuan dan laki-laki, pertanyaan demi pertanyaan bertubi-tubi diluncurkan..aku hanya melihat dari kejauhan memandangi dia yang di kerumuni, tak lama haruka menepuk pundak ku mengajak bergabung dengan anak-anak lain.. aku pun menuruti nya namun hanya ikut berbaris mendengarkan pertanyaan dan jawaban yg diluncurkan kearah Key. Jawaban nya masih sama seperti awal perkenalan didepan kelas, begitu singkat dan seadanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines