Ruai Kalbu (On Going)

Ruai Kalbu (On Going)

  • WpView
    Reads 96
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 22, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Gadis manis ini bernama Annelise. Kisah hidup rumit yang harus dijalaninya, sangat-sangat lah berat. Awalnya gadis yg kerap kali dipanggil Ann itu, hidup dengan harta yang bergelimpangan. Takdir berputar begitu jauh hingga dirinya harus merasakan kemiskinan. Tapi tak membuat hatinya merasa sedih, bahkan kebahagiaan pun mulai berdatangan menghampirinya. Ann mulai merasakan bahagia yang perlahan-lahan. Dirinya selalu terhanyut bersama orang-orang yang tak pernah ia hargai keberadaannya sebelumnya, Bagaimana jadinya jika orang-orang tersebut pergi juga secara perlahan? Akankah kebahagiaan itu juga akan pergi dari hidupnya? "Tadi tante liat kamu waktu dipodium, seharusnya tadi kamu tampil, pasti lebih bagus lagi dan gak buat orang tua kamu kecewa." wanita itu mengelus puncak kepala gadis yang berumur 10 tahun itu. "Aku yang udah duluan kecewa sama mereka." Annelise menjawab perkataan wanita itu, sepertinya dia orang baik, bukan penculik yang berpura-pura menjadi ramah. "Apa yang mereka lakukan sampai kamu bisa kecewa?." Tanya wanita itu memastikan. "Non Annelise," panggil Pak Mirto--supir ayah Annelise "Aku pulang dulu ya tante," Annelise mengecup pipi milik wanita yang sepertinya sudah berkepala 3 tersebut. Lalu melambaikan tangan pada wanita itu sambil berlari kearah supir dan menaiki mobil, Dengan cepat mobil menghilang dari pandangan wanita itu. "Tadi pak mirza nyuruh saya jemput non, katanya--" "Ayah dimana? Sibuk?." belum sempat pria paruh baya itu berbicara dan langsung dipotong oleh Annelise, ntah belajar darimana dia bisa berkata seperti itu. Supir tersebut terdiam dan menatap wajah kecewa Annelise lewat kaca yang ada dimobil. Annelise tak dapat menahan tangisnya, perasaannya remuk redam untuk yang kesekian kalinya ayah Annelise tak melihat perkembangan dirinya. Hallo semua, Semoga ceritanya bisa nempel yaa:) oiya btw ini cerita pertama moon lho, jangan lupa buat follow dan vote yaa😊
All Rights Reserved
#15
authorindo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Paradise
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • 27 FEBRUARI
  • ANATHAN  || END
  • RAPUH!
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • ANNISA {ON GOING}
  • Terluka Untuk Bahagia [ REVISI ]
  • Arsyilazka
Paradise

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines