Cinta Pertama

Cinta Pertama

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 11, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Kata orang, cinta pertama akan selalu gagal. Entah karena tidak terbalas atau kandas tanpa sebab. Masa putih abu-abu memang menyenangkan, ditambah dengan kehadiran Dira yang membuat Laura penasaran. Dira yang dingin, angkuh dan cuek malah mencuri perhatian Laura setiap hari. Gadis itu seakan tersihir dengan pesona Dira, meskipun cowok itu tidak pernah menyadarinya. Bagi Dira, Laura hanyalah angin lalu. Namun tiba-tiba sang angin menusuk tepat ke tulangnya. Perlahan Laura mencuri perhatian Dira. Sepuluh tahun berlalu, keduanya tanpa sengaja bertemu. Laura yang menyimpan perasaannya rapat-rapat dihadapkan lagi pada Dira. Perasaan yang tidak pernah tersampaikan, kekaguman diam-diam yang ia simpan membuat takdir memberikan Laura kesempatan kedua. Ketika waktu mempertemukan mereka kembali, sanggupkah Laura meninggalkan kehidupannya saat ini untuk Dira?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANTARA DOA DAN RASA
  • Do you think Of me ? [ Lengkap ] ✔
  • Calvarie | Revisian [Segera Terbit]
  • Fall for You
  • Sekali Lagi (End)
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • My First Crush [End]
  • Still Ours [Hiatus]
  • Memory Of First Love [Completed] ✓

Setelah patah hati yang mengajarkan luka lebih dalam dari sekadar kehilangan, Lili bersumpah tak ingin jatuh lagi. Tapi takdir mempertemukannya dengan lelaki sederhana yang hadir tanpa janji manis tapi penuh makna. lelaki itu berbeda. Bukan hanya caranya mencintai, tapi juga arah doanya. Semakin dekat mereka, semakin jauh kenyataan membawa. Di antara senyuman dan air mata, mereka menyadari: cinta bisa tumbuh di mana saja, tapi tak selalu bisa tinggal. Ini adalah cerita tentang dua hati yang saling menemukan, tapi tak bisa memiliki. Bukan karena tak cinta tapi karena mereka terlalu percaya. Apakah rasa bisa tetap tumbuh meski arah tak sejalan? Atau justru mereka harus memilih, antara cinta yang hangat... atau keyakinan yang tak bisa dikompromi?

More details
WpActionLinkContent Guidelines