Ini bukan kisah yang menjadi impian semua orang, bukan seperti kisah pada umumnya, pertemuan dua orang yang awalnya saling bertolak belakang, kemudian berakhir menjadi sepasang kekasih yang hidup bahagia.
Juga bukan kisah hidup anak populer di sekolah yang punya wajah rupawan, pintar, selalu menjadi juara kelas, dan biasanya dikagumi anak-anak satu sekolahan. Bukan.
Citra bahkan jauh dari semua itu, dia biasa saja. Ia juga tidak terlalu pintar, terhitung setiap menerima raport selalu naik turun di peringkat 12 dan 13 di kelas. Citra juga tidak cantik, baginya wajahnya yang biasa saja masih bisa ditutupi dengan predikat dirinya sebagai anak kelas unggulan, kelas 8 A.
Citra tidak tertarik pada idola sekolahan, ketua Osis, anak paskibra, atau bahkan kapten klub sepak bola yang biasanya terlihat keren ketika selebrasi di lapangan setelah mencetak gol. Tidak, Citra sudah bersumpah bahkan, tidak akan menyukai salah satu dari mereka.
Ia lebih tertarik pada anak pramuka, si juara Fisika, si diam-diam menghanyutkan. Citra mengaguminya dari jauh, tapi selalu mengintipnya dari dekat.
Semakin meraih apa yang ia tuju, Citra bahkan lupa sudah berlari terlalu jauh, tempat yang ingin ia tuju selama ini sudah jauh tertinggal di belakang. Hingga ia baru menyadari selama dirinya berlari di landasan pacu, ada dia yang di tengah perjalanan hadir, dan setia duduk di tribun atas, menyorakinya dari luar lapangan, hingga membuat dirinya jengkel, tapi terkadang juga akan melempar botol minum ke arah lapangan jika Citra merasa kehausan saat berlari, meyakinkan dirinya untuk tetap melangkah setiap kali ia ingin menyerah, meskipun dengan cara yang menurutnya selalu menyebalkan.
Gama, pemuda 16 tahun, dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang keras dan kejam. Namun, kehidupannya berubah drastis ketika menemukan surat yang mengungkapkan kebenaran: dia bukanlah anak kandung mereka. Ditinggalkan begitu saja, Gama merasa terpukul dan bingung.
Kemudian, seorang pria misterius datang menjemputnya, mengklaim akan membawanya kepada keluarga kandungnya yang sebenarnya. Gama juga mengetahui bahwa dia memiliki saudara kembar. Apakah dia akan menemukan kebahagiaan dan kedamaian di keluarga barunya, ataukah luka masa lalunya terlalu dalam untuk disembuhkan?
....
"Gua Abang Lo, Gam." -Garda
"Jangan sentuh gua!" -Gama
🐨🐨
[BELUM REVISI!]
#PLAGIAT DILARANG MENDEKAT!!
#Karya ini murni hasil pemikiran saya sendiri...
#Bila ada kesamaan nama tokoh Dll itu murni ketidak sengajaan...
#Masih banyak Typo mohon maaf
By:El
Publish:7/12/24
Ending: