Hana Firdaus

Hana Firdaus

  • WpView
    Lectures 55
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Chapitres 8
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., oct. 30, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Hana Firdaus "Cukup untuk menerima setiap lelaki sebagai kawan,namun tidak untuk menjalin hubungan" itulah prinsipnya. Ia hanya akan luluh pada saat yang tepat. Namun tak disangka, prinsip yang dipegang teguh olehnya sedikit bergoyang layaknya perahu diterpa ombak serta angin dilaut. Mata itu,seorang lelaki bermata sipit itu menatap matanya dengan dalam. Ya, hatinya tergugah. Akankah ia mampu mempertahankan prinsipnya selama ini?
Tous Droits Réservés
#13
heartbeat
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • acalapati
  • Jika Takdir Telah Ditentukan
  • Mantan Kakak Ipar Rasa Pacar
  • Rumah Untuk Nala
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)
  • BROKEN HEART [END]
  • Mantra Karuna [END]
  • HANATHAR [END]

"Ran, pulang, bapak udah sayang sama kamu." °°° Kegagalan seolah telah menjadi sahabat karib bagi Hiran-anak ketiga dari empat bersaudara yang lahir tepat di ambang keruntuhan keluarganya. Ketika kemewahan menjelma jadi kenangan dan tawa berubah menjadi diam panjang, Hiran hadir ke dunia. Bagi sebagian orang, ia adalah pertanda malapetaka. Pembawa sial, begitu mereka menyebutnya. Hiran tumbuh dalam keheningan yang tak pernah benar-benar ia mengerti, tapi selalu ia terima. Ia belajar membaca raut kecewa, menghafal letak luka yang tak terucap, dan memupuk kesadaran bahwa dirinya bukan siapa-siapa. Pada usia delapan belas, cinta adalah kemewahan yang tak pernah ia harapkan datang. Ia tahu diri-ia tahu batasnya. Namun, semua keyakinannya mulai runtuh ketika Arabella hadir-gadis dari dunia yang tak pernah Hiran pijak. Anak konglomerat dengan senyum yang mampu menembus dinding-dinding luka. Sekali tatap, cukup untuk mengguncang hati yang selama ini ia jaga mati-matian. Dan meski perasaannya tumbuh tanpa diundang, Hiran tahu satu hal pasti: cinta ini tak boleh hidup. Ia akan menguburnya, sebelum harap kembali menyakitinya.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu