ARORA
  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 13, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Ara, janji ya buat hilangin trauma kita bareng bareng?" "Janji ya jangan pernah ninggalin kakak sendirian?" Ara yang mendengar ucapan Aro dengan segera mengambil kedua telapak tangan Aro lalu menggenggamnya dengan erat. "Ara ga bisa janji, Tapi selama Ara masih diberi kehidupan sama tuhan, Ara bakal selalu usaha buat bisa stay di samping kakak mau bagaimanapun keadaan Ara saat itu." ucapan Ara mengundang senyum manis Aro saat itu juga. Beberapa detik mereka saling tersenyum, Aro menggerakan kepalanya lalu mengecup lembut salah satu punggung tangan Ara. °°° "Ara udah tepatin ucapan Ara saat itu, Semoga kakak bahagia." ucap Ara dengan senyum manis yang tertahan
All Rights Reserved
#3
arora
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • Let Me Love You Longer
  • Lepas, lalu tumbuh ||On Going||
  • Crazy Couple [End] ✔
  • Menyerah atau Bertahan?
  • My Heart

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines