psycho
  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 15, 2022
Cerita ini mengisahkan tentang kehidupan orang yang penuh dengan drama, bahkan bermain muka sudah menjadi hal yang sangat biasa disini, bukan ganya dua muka yang dimiliki tapi bisa lebih dari itu, orang terdekat bisa jadi musuh, dan apa yang lo lihat semuanya tidak benar, karena apa karena disini banyak DRAMA "kita selalu dipanggil dengan queen of face, karena kita memiliki muka lebih lebih dari dua muka" ~frey-lise~ "kalian akan terjebak dalam permainan kalian sendiri" ~frey~ "gue anak lo?, hahaha konyol sekali anda, saya tak punya ibu jalang seperti anda, dan ingat sehebat apapun kalian bermain muka akan tetap saya ketahui " ~lise~ 📍konflik ringan 📍banyak kata kata kasar 📍banyak typo 📍masih amatir
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Dark Side(END)
  • THROWBACK
  • Kenyataan yang Terungkap [END]
  • I'm not a perfect person " END"
  • About kevin (End)✅
  • ketos dingin galak pacar ku!
  • friend and future [Iq-nam] (End)
  • teman sekelas {END}
  • the Orca's
  • the other side

ketika dua kepribadian bertolak belakang melebur menjadi satu karena terlahir dari trauma masalalu. membentuk sebuah jati diri yang tangguh untuk menyelami kerasnya garis kehidupan yang harus dia jalani. wajah secerah mentari, tatapan seteduh mbun pagi, dan senyuman semenenangkan senja hari. siapa yang tahu bahwa itu semua adalah topeng yang dipasang untuk menutupi bagian dari dirinya yang kelam, kekelamannya mampuh mengubah kehidupan seindah pelangi menjadi hitam suram jika dia tidak mampu mengendalikan diri. karena itulah dia menguburnya dalam-dalam walaupun dia tahu itu hanya sementara dan sewaktu-waktu akan memberontak dari persembunyiannya untuk keluar. "jika diriku berubah tidak seperti biasanya, itu masih tetap aku, itu adalah diriku yang lainnya, dan aku bukan monster"

More details
WpActionLinkContent Guidelines