ALZETTA

ALZETTA

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 7, 2021
"Lan, apa aku harus cantik dulu ya supaya kamu suka sama aku?" "Aku udah gak punya siapa-siapa lagi dan aku cuma butuh kamu. Apa itu susah?" Gadis lugu dan mempunyai segala penderitaan itu kini mulai mencintai salah satu most wanted di sekolahnya yang justru akan menambah penderitaan bagi Zetta. "Lo itu beban buat semua orang ngapain sih masih ngarep buat dapetin hati gue?" "Udah penyakitan hidup lagi ck, nyusahin." Air mata Zetta kini tak bisa di bendung lagi, ia menangis sesenggukan memikirkan kata-kata yang baru saya dilontarkan oleh Alan Mahendra Purnama. ⚠️Buat yang mikir ini cerita sad kalian salah! cerita ini sudah di bumbui unsur kebucinan⚠️
All Rights Reserved
#786
happy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Breathe
  • DRABIA [END]
  • Paradise
  • Aku dan Luka [Sudah Terbit]
  • My love story
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • Sejenak Luka
  • ARKALYA (END)
  • mystery of the past
  • Rumah Orang Mati
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

More details
WpActionLinkContent Guidelines