We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Good Bye,Ending!!!

Good Bye,Ending!!!

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 8, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
"Kata siapa?" "Kata siapa perjodohan ini sebuah paksaan?" "Aku ikhlas mas menerima dan menjalankannya, karena bagiku pernikahan adalah sebuah ibadah,dan aku pun yakin sebuah rasa akan tumbuh seiring waktu berjalan!!!" . . . Hari dimana Nisa dipinang oleh lelaki yang bahkan tak ia kenal dengan jelas,di hari itu pula penderitaannya dimulai dalam sebuah kata "PERNIKAHAN" Nisa harus menerima bahwa lelaki yang kini adalah suaminya B-E-L-U-M mencintainya... bahkan Nisa harus menerima pula kenyataan bahwa suaminya memiliki wanita lain selain dirinya... Hari itu... Ditorehkan tinta hitam diatas kertas putih,tanda sebuah perjanjian telah tertulis... Digoreskan pisau tumpul mengiris,tanda sebuah perjuangan telah terlatih... bisakah?bisakah pada akhirnya lelaki itu mencintai Nisa?lelaki itu "Aksara" Namanya...
All Rights Reserved
#97
kara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langkah baru bersama mu
  • Compromise
  • VAREN: Imperfect Husband
  • Finally, I Found You
  • tentang sebuah rasa
  • "Perjanjian Sang Adik Kelas"
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Luka Ini Selalu Basah, Gus!

Setelah melewati masa lalu yang penuh penantian dan kehilangan, Nazla akhirnya melangkah ke fase baru dalam hidupnya-menjadi istri dari Ilham, teman sekelasnya semasa kuliah yang selama ini diam-diam menyimpan rasa. Kini, mereka tinggal di sebuah rumah sederhana di kota. Hari-hari Nazla kini dipenuhi dengan jadwal mengajar sebagai dosen muda, sementara Ilham, suaminya, bekerja di sebuah lembaga riset lingkungan. Kehidupan rumah tangga mereka dimulai tanpa gemerlap janji manis yang berlebihan, melainkan dari hal-hal sederhana yang mereka bangun bersama: sarapan pagi yang hangat, perjalanan singkat ke kampus, dan tawa di balik kelelahan hari-hari panjang. Namun, kehidupan pernikahan tidak selalu semudah kelihatannya. Di tengah kesibukan dan impian masing-masing, keduanya dihadapkan pada ujian: mampukah mereka menjaga cinta tetap hidup di tengah rutinitas yang semakin padat? --- > "Kalau kamu masih mikirin dia, ya udah! Angkat kaki dari rumah ini!" Suara Ilham menggema di ruangan itu, cukup lantang untuk membuat Nazla terdiam dan bergetar di tempatnya berdiri. > "Mas... kamu serius ngomong gitu ke aku?" Nazla hanya bisa menatap mata suaminya dengan tatapan kecewa, matanya berkaca-kaca.

More details
WpActionLinkContent Guidelines