KILL 4 U GAME

KILL 4 U GAME

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 6, 2021
WpInfo
Fiction
Mystery
"Permainan? Dunia ini permainan, pilihannya hanya dua. Melawan atau mati, ini permainankuーjuga peraturannya aku yang membuat, ku permudahkan saja. Lihat sekitar, ada 50 perempuan berkumpul tanpa nama yang sudah kupilih untuk memainkan permainan ini. Ku berikan masing masing senjata dasar seperti peniti, jarum pentul, gunting, pisau dapur, dll. Ada beberapa rintangan tak mematikan yang akan kalian lalui, jika berhasilーakan kuberikan hadiah kecil, jika tidak kau akan bermain lagi disini, hihihi selamat berjuang" ucap panjang lebar seseorang bertopeng di layar besar itu, 'sial' pikirku. # MICHAELLA STORY
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • POKERFACE.
  • MALIGNITY : Encounter The Evil (TERBIT)
  • Dua Antonim: Akulah Manusia Biasa Itu
  • The Comedian's Last Laugh
  • My Chiko
  • Where am I?
  • THE DARK CEO (COMPLETED)
  • Angel (A Tale of Darkness)
  • DANGEREUX

**update setiap malam selasa secara random*** ‎ ‎ "Di sini, aku berdiri tepat di depan pusaramu. Melihat namamu yang terukir indah di batu nisan membuatku mengingat kenangan-kenangan indah masa lalu bagai terjadi waktu kemarin. Suaramu bagai melodi indah, seakan menari anggun di telingaku. Senyumanmu terukir elok, seakan lukisan terkenal museum. Semuanya masih terasa segar untuk diingat, seakan kaset yang selalu diputar. ‎ ‎ "Sedih. Marah. Senang. Takut. Semuanya bercampur menjadi satu. Namun, puncak segalanya adalah rindu. Sejauh apapun aku berlari, namun masa lalu tetap selalu menjadi bayanganku, yang tidak pernah meninggalkanku. Maka dari itu, aku akan teguh melaksanakan wasiatmu. Tersenyum. Itulah pesan terakhirmu. Aku tidak akan menangis lagi. Aku akan terus mencoba untuk menerima semuanya dengan terbuka. Pahitnya masa lalu. Perihnya takdir. Sekarang aku cukup dewasa untuk mengerti. Maka dari itu, aku akan berjanji. Peninggalanmu adalah rasa sedih terakhirku, ibu." *** ‎ ‎ Namaku Michael Henderson. Aku adalah seorang pencuri. Karena sebuah kesalahan, aku menculik seorang gadis. Sialnya, dia bukanlah gadis biasa, melainkan seorang anak dari pejabat negeri Paman Sam dan salah satu anggota mafia terbesar di negeri tersebut. Disitulah awal masalah dimulai

More details
WpActionLinkContent Guidelines