Perempuan cantik yang awalnya periang, murah senyum, pandai bergaul, selalu excited, dan tidak pernah sedih berubah menjadi perempuan yang seperti tidak punya semangat hidup, dan tak pernah terukir lagi senyuman manis diwajahnya.
Dia jadi tidak peduli hal sekitar, dia juga enggan berkumpul lagi dengan teman temannya, dan juga ia menjadi perempuan yang tidak punya perasaan, menjadi perempuan yang tidak pernah memikirkan perasaan orang lain.
Sampai akhirnya lelaki itu datang, mencoba masuk ke dalam kehidupannya, berusaha menjadi bagian dari hari - harinya, membuat hatinya menjadi tidak karuan, dan membuat jantungnya berdetak tidak normal.
Dia benci apa yang ia rasakan saat bersama pria itu.
23 Februari 2015.
Erine tak pernah menyadari bahwa setiap langkahnya di panggung, setiap gerakan tariannya yang anggun, selalu ada sepasang mata yang mengawasi-mata milik Oline Manuel.
Oline bukan sekadar pengagum. Ia adalah seorang obsesor.
Di balik senyuman dan sikap santainya, ada tekad kuat yang ia genggam erat: memastikan bahwa hanya dirinya yang pantas berada di sisi Erine. Tak peduli seberapa keras Erine menolak, tak peduli seberapa jauh gadis itu mencoba lari, Oline akan selalu menemukan jalannya untuk kembali.
•••
"Dasar cewek gila!" Erine mendesis marah setiap kali Oline muncul tiba-tiba, mencampuri hidupnya.
Tapi Oline hanya terkekeh pelan, mendekat dengan tatapan penuh kepemilikan. "Aku gila? Mungkin. Tapi aku gila hanya untuk kamu."
Ketika kekaguman berubah menjadi obsesi, dan kebebasan terasa seperti ilusi, mampukah Erine melepaskan diri dari cengkeraman Oline? Atau... mungkinkah di sudut hatinya yang terdalam, ia sebenarnya tak ingin pergi?
[Dengan revisi alur yang berbeda]
A story by Cutiebizzz