la amo
  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 8, 2021
⚠️MURNI HASIL PEMIKIRAN SENDIRI ⚠️ jika ada kesamaan nama karakter itu tidak di sengaja. Sifya duduk di kursi mini Market menunggu hujan redah. Ia usai membeli keperluan yang di butuhkan sebelum kedua sahabatnya Datang menginap di rumahnya. Melihat sosok cowok dengan pakaian serba hitam dengan topi putih dan masker yang menutupi wajahnya. Sifya merasa aneh dengan sosok yang di lihatnya iya was was. Sifya sudah berfikiran yang aneh-aneh dengan buru buru iya pergi dari mini market. Ia berjalan cepat 'pakek jatuh segala lagi' Sifya terpaksa memungut belanjaannya yang terjatuh. Ia menoleh kebelakang melihat sosok yang dari tadi menatapnya di depan mini market. Orang itu menghampiri nya. "Mau di bantu?" Tanyanya tapi dengan Bahasa Inggris. 'wait sok Inggris banget nih cowok, dasar penipuan jaman sekarang makin aneh' batinnya dan buru buru me masukkan belanjaannya. Dengan tangan yang di ulurkan laki laki itu Sifya tak menghiraukan nya dan berlari terburu-buru ke arah rumahnya yang tak jauh. Cowok itu hanya melongoh melihat bantuannya yang tak di hiraukan. "The strange girl wants to be helped instead runs away."(Gadis aneh itu ingin ditolong alih-alih melarikan diri). Ujarnya lalu dia berjalan menuju apartemen di sebrang jalan. *💚*🐰* ⚠️Bahasa non baku ⚠️Nggak suka nggak usah baca nggak maksa kok ⚠️Jika ada typo harap maklum 💚Yang baca jangan lupa tinggalin jejak ya. Terimakasih orang baik.🥰 ❌jangan kopas cerita orang❌
All Rights Reserved
#734
idol
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dua cangkir satu Meja
  • Love Letters [END]
  • Deadly Obsession | HH
  • MY BOS IS MY (HUSBAND)-(YIZHAN) (END)✔️
  • In My Tenth Year Of Liking Him
  • When Tinkerbell meets Howl | Johnten (Ongoing)
  • TIMELESS CRUSH (REVISI)

Dua cangkir di satu meja. Salah satunya kopi hitam yang mulai dingin, satunya lagi teh hangat yang baru diseduh. Sama seperti mereka-dua orang yang dulu satu keluarga, kini seperti orang asing di bawah atap yang sama. Dewa sudah terbiasa hidup sendiri. Ia bisa makan mi instan kapan saja tanpa ada yang mengomentari. Bisa pulang larut tanpa ada yang menunggu. Bisa menjalani hari-harinya tanpa merasa harus menjelaskan apa pun kepada siapa pun. Lalu datang ayahnya, yang entah sejak kapan mulai mengatur ulang dunianya. Mengajaknya makan bersama, menyeduhkan teh di pagi hari, bahkan diam-diam mengganti mi instan dengan sesuatu yang lebih bergizi. Dewa tidak mengerti-apa yang sebenarnya diinginkan ayahnya? Kenapa setelah tujuh tahun pergi, kini ia kembali dan bertingkah seolah-olah segalanya masih bisa diperbaiki? Di sisi lain, ada Nira, seseorang yang selalu ada untuknya. Tapi kini, ia merasa semakin jauh. Hubungan yang dulu terasa nyaman perlahan berubah menjadi sesuatu yang penuh pertanyaan. Di antara meja makan yang dulu selalu sepi, dua cangkir yang tak pernah sama, dan sepiring mi instan yang akhirnya tak lagi dimakan sendirian, Dewa harus menghadapi sesuatu yang selama ini selalu ia hindari: apa arti pulang yang sebenarnya? Slow fic Sudah selesai ditulis sampai ending, sudah dipublikasikan pula semuanya. Sebab, aku tidak suka menunggu. Jadi, aku tidak akan membuatmu menunggu. 48 bab secara total. Bacalah jika menurutmu layak dibaca, tinggalkan jika menurutmu membosankan. Terima kasih sudah meluangkan waktumu yang berharga. by Tigajully 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines