Pergi untuk Kembali Pulang [On Going]

Pergi untuk Kembali Pulang [On Going]

  • WpView
    Reads 380
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 9, 2025
ini adalah sekumpulan pusi dari seseorang yang pernah patah, untuk bangkit menjalani hidup kita harus pergi ketika sudah sembuh, untuk mengingat kenangan kita harus kembali untuk pulang. hanya untuk merawat ingatan agar tidak lupa darimana kekuatan itu berawal. untuk hidupnya yang terasa berat, bacalah ini siapa tau bisa mendapatkan energi baik dari puisi ini. "Aku pergi untuk kembali pulang. Aku pergi, agar rindu itu ada. Aku pergi agar nanti ketika pulang, kehangatan itu lebih terasa."
All Rights Reserved
#586
kembali
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Puisi Romantika Kuno
  • Segala Tentangmu ❝
  • En Rêve [COMPLETE]
  • BAPER {SELESAI}
  • Filosofi Semesta (COMPLETE)
  • P E R N A H
  • Jatuh Cinta itu Luka
  • Luka Lara Luna || END
  • Rustic Jam [END]

"Semelelahkan apapun hidup, tolong jangan mati di tangan sendiri." ______________________ "Aku nggak mau ngerasain mentalku kembali hancur berantakan hingga rasanya hampir mati hanya karena cinta. Itu sebabnya, aku selalu takut untuk jatuh hati lagi." Ya, Ditha Aquila selalu takut kembali dibuat terluka sampai tak sadar bahwa ia sudah jadi sumber luka bagi Juna Pradirga. Lihatlah pada kebodohan yang ia buat. Takut ditinggal pergi, tetapi menomorsatukan ego dan gengsi. Ingin diyakinkan, tetapi tak pernah memberi kepercayaan. Mengharapkan yang serius, tetapi memutuskan hidup dalam hubungan tanpa status. Lebih dari ketakutannya untuk kembali dilukai, Ditha percaya bahwa orang yang mentalnya tidak stabil memang tak pantas untuk dicintai. Sebab bagaimana mungkin ia mencintai raga yang lain saat dirinya sendiri masih seringkali ia sakiti? Biar aku bertanya, apa yang akan kau putuskan jika seseorang datang pada saat luka masa lalumu belum sepenuhnya hilang? Memilih menerimanya? Atau justru, menolak kehadirannya dengan dalih sakit hatimu yang belum pulih? Keduanya sama-sama berisiko. Namun, kita selalu bisa memilih, risiko mana yang akan kita ambil. "Dan salah satu cara paling mudah untuk mencintai diri sendiri adalah dengan berhenti sejenak mencintai orang lain." PERINGATAN ⚠ Cerita ini bertemakan mental health. Pada beberapa part mengandung konten sensitif seperti adegan kekerasan fisik, self harm, hopeless, trust issues, dan suicidal thoughts. Publish : 1/09/2021 - 25/12/2021 Revisi [ New version ] : 19/02/2023 - Rank : #2 in puisi [04/10/22] #3 in quotes [30/11/23] #1 toxic relationship [31/07/22] #1 trustissue [28/08/22] #1 loveyourself [09/08/2

More details
WpActionLinkContent Guidelines