Athalia [ √ ]

Athalia [ √ ]

  • WpView
    LETTURE 610
  • WpVote
    Voti 14
  • WpPart
    Parti 36
WpMetadataReadCompleta gio, nov 4, 2021
WpInfo
Narrativa
Storie d'Amore
Lia, remaja perempuan yang duduk di bangku SMA memiliki kehidupan yang biasa biasa saja, tidak ada hal spesial di dalam hidupnya, pikir lia. namun orangtua nya tiba tiba memutuskan untuk pindah ke rumah ke daerah yang jauh dari kota. ia pikir hidupnya akan membosankan karena pindah ke daerah kecil seperti ini. Namun perkiraan nya salah besar. Masalah terus berdatangan menghampiri hidupnya, keluarga, persahabatan, dan cinta. apakah aku bisa menghadapi semua ini? apakah ada cara agar aku bisa menghindar dari masalah masalah ini? aku sangat lelah, bolehkah aku berhenti? • s e l e s a i •
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Gadis Tteokbokki & Cowok Mochaccino (DITERBITKAN)
  • The Choice
  • Our Times (Completed)
  • PLOT TWIST
  • Shadows of the Main Story
  • Tunangan Antagonis: Misi Sistem [End]
  • Transmigrasi Amora L²
  • Trapped In The Book Story
  • Tentang Kita

SEGERA DITERBITKAN Sebenarnya ini adalah idenya Liaa. Entah apa yang merasuki otaknya kali ini, sehingga memintaku untuk menulis. Aku tidak pandai merangkai kata-kata, apalagi menyelesaikan suatu cerita. Tidak seperti Liaa yang sangat menikmati saat-saat merangkai setiap paragraf dalam mengembangkan idenya. Bersenandika, mengolah diksi, menulis berbagai tema, dan menuntut pancaindra agar lebih peka. Bila satu paragraf saja membuatku termenung berlama-lama, apalagi satu novel yang sampai beratus-ratus halaman tebalnya. Aku bisa gila, Liaa. Namun, gadisku yang cerewet dan berambisi besar itu pasti akan memprotes, "Kamu pasti bisa, kok, jangan pesimis, deh! Belum apa-apa udah ngeluh. Nulis itu gampang, cuma kamunya aja yang gak mau usaha!" Begitulah Liaa, dia 'illfeel' dengan orang yang angkat tangan sebelum berjuang. Alih-alih memotivasi, malah muncrat juga omelannya. "Iya, Liaa. Jangan ngambek, aku cium, nih!" Ancamanku membuat pipinya seketika memerah bak kepiting rebus. Aku sangat buruk dalam mengembangkan ide cerita. Jauh dibanding Liaa yang bisa menyelesaikan dua novel sekaligus. Ya, novel-novel itu adalah kisah kami yang dia tulis. Tugasku cukup diam dan jangan membuatnya marah. Jika tidak, Liaa akan berhenti menulis dan mengomel seperti ibu-ibu kostan. Karena sejatinya waktu terbaik untuk menulis adalah 'mood' yang baik.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti