TIEESHARA

TIEESHARA

  • WpView
    Reads 3,895
  • WpVote
    Votes 356
  • WpPart
    Parts 104
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 4, 2024
Aku telah kehilangan cahaya bintang dari seorang laki-laki bernama Starlight. Ah tidak, bagaimana bisa aku merasa kehilangan? Memilikinya saja tidak pernah, namun apakah kehilangan hanya mengenai pasangan? Lantas bagaimana walau hanya sekedar berteman? Iya, pertemanan antara aku dan dia yang telah berselisih paham Aku sudah tidak ingin kehilangan orang yang disayang, termasuk ketiga Kakak (Abang) yang rupawan. Jika berani mendekatinya, hanya ada dua pilihan, "Pergi atau M*ti di tangan?" Aku terlalu merasa memiliki secara sepenuh hati, padahal mereka hanya milik Tuhan yang kenyataannya akan pergi. Memang salahku karena telah menjadikan mereka sebagai rumah untuk kembali, padahal hanya Tuhan selaku Dzat Yang Maha Kekal Abadi
All Rights Reserved
#506
mualaf
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Titik Yang Benar
  • Ana Uhibbuka Fillah ( TAMAT  )
  • HADIAH DARI LANGIT [END]
  • Langkah (By Auzizahirah)
  • Cinta Dalam perjalanan Takdir (Tidak Lanjut)
  • Rasa Dalam Sujudku
  • Screat Captain-completed
  • Qiyamah Senja-completed
  • Tasawuf Cinta
  • 💞Takdir Cinta💞

Coba bayangin... Di suatu titik dalam hidupmu yang sedang baik-baik aja, kamu tanpa sengaja menatap ke arah langit di malam hari, melihat bintang bertebaran, tak terhitung. Tapi kamu ga peduli. Menyematkan keyakinan kalau tiap hari langit memang seperti itu. Kecuali pas mendung. Lalu di suatu titik, saat hidupmu lagi depresi, kosong, ancur, ga punya harapan, kamu sengaja keluar tengah malam. Entah jam dua, jam tiga, jam satu, cuma buat tenangin diri dan noleh moment itu lagi. Tapi apa? Kamu cuma lihat satu bintang, bersinar sendirian di tengah hamparan gelap. Mungkin kamu semestinya tersenyum, karena yang kamu lihat bukan cuma bintang, melainkan refleksi dirimu sendiri. Ada kekuatan di semesta ini yang mau bilang ke kamu, saat kamu udah kehilangan banyak cahaya, kamu cuma perlu jadi seperti bintang itu, karena cahaya itu sendiri sebenarnya sudah ada di dalam hati kamu. Ya, aku bisa bilang ini karena aku sudah pernah melewatinya. Dan aku disini bukan untuk omong kosong belaka, bukan hanya sekadar curhat atau menggores halaman dengan kata. Tapi untuk menemani kamu kalau kamu butuh tempat untuk diam dan meresapi... Jika kamu tertarik sama hal-hal yang gak masuk di akal tapi masuk di hati, atau menyelami cerita yang endingnya ternyata tidak selalu indah, barangkali kamu akan suka untuk singgah disini, di duniaku...sembari ngopi...atau minum cokelat. Karena indah saja gak akan cukup, perlu cinta yang tulus untuk memaknai apa itu kekuatan, apa itu pelajaran, apa itu kenangan, dan apa itu... "Tetap hidup" #1 hidup : 10 Mei 2025 Romance/Adventure/Spiritual/Drama Category : [18+] Pacing slowburn 47 part.

More details
WpActionLinkContent Guidelines