Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.
AVANA (ON GOING)

AVANA (ON GOING)

  • WpView
    LECTURAS 71
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, ene 18, 2023
WpInfo
Ficción
Romance
Tentang seorang anak perempuan yang beberapa kali hidup namun dimatikan, seorang perempuan yang belum menemukan definisi bahagia yang sebenernya. Perempuan yang hidupnya penuh lika liku drama, selalu gagal dalam hal cinta, apalagi keluarga. Sudah banyak cara ia mencoba mengikhlaskan takdirnya, namun hanya bisa berwarna karena dia. Dia? lelaki yang sama halnya gagal dalam keluarga. Sifatnya yang humoris membuat ia mampu masuk dalam hidup seorang gadis yang tak tersentuh sebelumnya. Lelaki yang hanya mengenal warna hitam dan putih kembali dikenalkan warna oleh gadisnya. "Jangan jadi pelangi untuk orang yang buta warna." "Orang yang buta warna bukan berarti dia ga mau liat pelangi, kan?" Ikuti kisah cinta mereka menjadi saksi datangnya duka dan bahagia yang mereka lewati bersama. Allpict by pinterest ya x
Todos los derechos reservados
#435
bedakeyakinan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Kami Tumbuh Dari Ledakan
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • Cerita Sandhyā
  • Hidden Scars ✓
  • YANA&GALANG [Tamat]
  • Dandelion [TERBIT]
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Become an Extra or Main Character [END]

Di sebuah rumah yang lebih sering berisik oleh bentakan daripada tawa, tiga anak tumbuh dari puing-puing cinta yang retak. Ara, si sulung yang belajar menjadi atap saat bapaknya lebih sering pergi ketimbang tinggal. Rei, anak tengah yang mencoba menjadi lelaki tanpa pernah punya contoh. Dan Zea, si bungsu yang bersembunyi di balik boneka bermata satu sambil bertanya dalam hati: "Apa semua rumah seperti ini?" Saat rumah yang dulu mereka sebut "pulang" tak lagi memberi tempat, satu per satu dari mereka harus memilih: tinggal dalam reruntuhan, atau membangun sendiri pondasi baru-meski dengan tangan gemetar. Ini bukan kisah keluarga yang sempurna. Ini kisah tentang bertahan meski tidak utuh, tentang anak-anak yang tak ingin mewarisi luka orang tuanya. Dan tentang keberanian untuk berkata: "Ledakan itu berhenti di sini." Karena tumbuh dari kehancuran... bukan alasan untuk mencintai dengan cara yang menyakitkan.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido